Showing posts with label Belajar Menulis. Show all posts
Showing posts with label Belajar Menulis. Show all posts

Sunday, 10 April 2016

Penulis (sukses) Sebenarnya Punya Ilmu Ghaib. Percaya?

Eitss ... Sebelumnya saya mau minta maaf dulu sebelum ada yang protes. Percaya nggak percaya yang bisa buktiin itu penulis itu sendiri.
Kalau ada yang tanya, ngapain sih bikin postingan beginian? Yah kalian orang awam biar tahu aja yang suka ngeremehin dan ngebully kegiatan seorang penulis yang katanya nggak berguna apalagi nggak ada keren-kerennya.
Masih ragu juga? Oke, mumpung saya lagi baik hati, hari ini saya bakal buka kartu deh. Meskipun saya masih amatiran baru nulis 60 tulisan pendek dan beberapa opini juga. Tapi saya ngerasain kok, ternyata penulis lebih hebat dari superhero. Why?
Alasan Pertama
Penulis (sukses) kok punya ilmu ghaib? Jangan-jangan dia pake pelet biar bukunya laris?
Kalau emang iya kenapa, tapi penulis lebih terhormat nggak pake pelet juga keles. Penulis yang sukses itu sebenernya punya berbagai macam ilmu yang bisa diaplikasikan pada ceritanya.
Misal, penulis mau bikin cerita latar perang dunia. Nah iya kalau masih ada orang hidup di masa sekarang buat bikin cerita perang dunia, kalau udah almarhum? Jadi penulis yang mau bikin cerita perang dunia harus punya ilmunya perang dunia meskipun nggak banyak, istilahnya biar feelnya dapet. Itu berlaku buat semua latar dan alur cerita, kalau mau bikin cerita tentang kedokteran juga penulis diharuskan mengenal dunia kedokteran, ya setidaknya istilah umum dan alat-alatnya.
Terus gimana kalau saya bukan dari kalangan tentara atau dokter? Tapi ingin membuat cerita seperti di atas?
Jawabannya, penulis akan menggunakan ilmu ghaibnya tadi. Nah keren kan? Kalau kamu bukan dari kalangan dokter tapi bisa bikin cerita kedokteran sampai pembaca tertipu dengan identitasmu yang bukan dokter. Lucu kan? Nah itulah tadi kenapa saya bilang ghaib.
Alasan kedua.
Ilmu ghaib yang dimiliki penulis (sukses) bisa sebanding dengan kemampuan nenek sihir.
Hii ini sedikit ngaco, tapi maklumin aja namanya juga analogi. Udah tahu kan, kalau nenek sihir yang ingin berubah jadi seorang putri salju harus punya ramuannya? Kalau penulis mah nggak punya ramuan tapi punya ilmu ghaib tadi  yang bisa digunakan buat berubah jadi sosok apa aja. Entah dokter kek, ceo kek, bahkan kakek-kakek.
Kok bisa? ya itu tadi, seorang penulis akan belajar dari ilmunya mendalami jiwa dan karakter yang akan menjadi tokoh ceritanya. Itu akan berguna sebelum membuat cerita.
Alasan ketiga. Penulis lebih berbahaya daripada Mafia.
Buat kalian yang takut sama Mafia, lebih takutlah pada penulis. Atau sebenernya kalian lebih ngefans sama aksinya pas membunuh atau merampok bank?
Hey guys, pikir pakai logika ya? Kalian biasanya liat aksi mafia itu dimana? Di televisi kan pas lagi nonton film action (bukan pas nonton acara gosip :D) Nah film mafia itu buatan siapa? Buatan penulis juga kan? Kalau nggak ada penulis skenario mana bisa kita bisa nonton film aksi-aksi mafia yang diperlihatkan bisa jadi keren kalau bukan karena penulis yang menciptakan ceritanya? Dan ada beberapa juga kok cerita begituan dipraktekin oknum yang tidak bertanggung jawab buat melakukan aksi kejahatan. Bisa nebak kesimpulannya teman?
Sekarang, kenapa dari tadi bahas penulis sukses yang punya ilmu ghaib di judul? Bukannya penulis itu sama aja?
Yapss. Pada hakikatnya penulis itu sama aja. Entah laki, permpuan, anak-anak, tua, dokter, pengangguran sekalipun.
Sukses di sini bukan dibedakan dari 'apa dia berhasil mengangkat ceritanya jadi buku/film' tapi dilihat dari seberapa keras perjuangannya untuk mencapai titik kesuksesan tersebut.
Suksesnya penulis itu macem-macem; Ada yang sukses buat ceritanya disukai banyak orang meskipun dia nggak dapat royalti apapun tapi yang penting dia udah puas dan bahagia. Ada juga penulis yang berhasil mendapatkan keuntungan dari kegiatan menulisnya seperti ketenaran,royalti dan sebagainya.
Selama perjuangan menjadi penulis itu nggak mudah tapi menyenangkan. Dari berkorban waktu,tenaga dan uang. Seperti saat siswa menimba ilmu di sekolah juga gitu, nggak langsung pinter juga. Dia harus terus belajar dan belajar biar ilmunya bertambah. Kalaupun dia dapat pujian atau kritikan dari gurunya nggak boleh putus asa, penulis juga gitu. Dia harus riset dulu biar dapet ilmunya yang kata saya tadi ghoib itu wkwk saat sebelum membuat cerita. Riset bisa dari tanya ke narasumber, belajar dari buku lain, dan observasi langsung. Tapi sekarang mah canggih tinggal tanya kumaha sama mbah google yang serba tahu.
Kalau penulis yang cuma asal ngarang cerita, marah kalau dikasih kritik-saran, nggak mau riset dan mencoba hal baru. Jangan harap kamu bisa sukses. Bisa-bisa kamu mentok itu-itu mulu. Kasian deh nggak bisa mewujudkan 3 hal dari penulis sukses diatas.
Di sini saya nggak menggurui kok tenang aja ilmu saya masih nggak sebanding dari kalian, tapi jangan terlalu terlena juga kalian. Kalau suatu hari nanti, saya bisa jadi lebih hebat dari orang-orang yang suka nyepelein kaum macam saya. Resiko ditanggung sendiri meskipun kalian guling-guling kaya kuda lumping.
Sekian ... Dan semoga bermanfaat (^_^)

Thursday, 24 March 2016

Bikin Cover Wattpad Sering Kepotong? Ini Solusinya

Pagi menjelang siang temanss, berhubung saya cuma cuap-cuap bentar kaya iklan, jadi hari ini postingan saya bakal gak panjang lebar kaya biasanya.

Kalian sudah kenalan sama wattpad kan dipostingan saya sebelumnya?

Nah masalah yang kerap kali muncul saat membuat cerita baru di wattpad adalah soal cover.

Pernah nggak sih kalian susah-susah ngedit cover trus waktu cover dimasukin ke wattpad ternyata nggak pas, alias kepotong? Kan nyebelin banget jadinya. Ya bukan apa-apa, cover itu faktor pendukung yang bikin cerita kamu menarik. Biasanya kebanyakan  pembaca sebelum baca cerita liat cover sama sinopsis dulu? Kamu juga kan?

Trus kalau udah begini harus gimana dong?

Kalau kamu posting cerita wattpad lewat smartphone, pasti kalau nggak mau ribet bikin covernya juga lewat smartphone juga. Nah pasti udah tau dong kalau playstore itu punya segudang aplikasi ajaib macam kantong doraemon. Betul apa benar? :D

Kalau mau bikin cover sebelumnya download dulu aplikasi Covers by Wattpad di playstore.

Aplikasi ini membantu banget buat edit cerita, memposisikan cerita biar pas ditaruh di cover. Bisa pilih gambar dab font sesuai selera. Dannnn lain sebagainya.

Nah gimana? Udah tahu kan sekarang?

Semoga Bermanfaat(∩_∩)

Wednesday, 23 March 2016

Belajar EYD Makin Menyenangkan Bersaama Playstore

Sebagai penulis yang baik, EYD merupakan komponen penting untuk difahami. Cerita akan terlihat rapi dan mempunyai tatanan yang baik untuk menperindag cerita itu sendiri. Saya sering menjumpai penulis-penulis baru,terutama penulis fanfiction yang kerap kali menyamakan menulis ceritanya dengan gaya alay seperti menulis sms sama teman. Kalau sudah begini yang baca juga kadang risih sampai sakit mata. Ya kali kalau ngerti, kalau nggak?

"K4n b!k!n 94L4U b4c4ny4. PuSing pala beRbie." wkkwk

Yaelah tinggal baca aja banyak kritik, jangan menggurui lah. Ribet amat!

Siapa bilang kalau belajar EYD itu ribet?

Sebetulnya segala sesuatu yang ribet dan rumit nggak sebanding kalau kita punya kemauan yang kuat buat mempelajarinya.

Selain buku, kita bisa belajar EYD dimana pun dan kapan pun. Bisa juga tanya-tanya sama orang yang lebih faham, ikut komunitas kepenulisan, sering-sering googling internet dan ada cara baru dengan download aplikasi di playstore EYD. Di aplikasi ini menjelaskan hal-hal dasar tentang tatanan bahasa juga. Namun kalau kamu masih kurang ilmunya,kamu bisa meminta saya pdf tentang belajar eyd. Kalau mau saya akan kirim lewat e-mail. Gratiiisss.

Jadi, luangkanlah sedikit waktu untuk memperbanyak bacaanmu sebelum menulis, biar yang kamu tulis juga punya kualitas yang bermutu. Kalau dijadikan buku pun, ketika udah pernah brlajar eyd, juga sedikit membantu editor kamu mempercantik tulisanmu dibagian lainnya. Untuk postingan ini aku berterima kasih sama Salma Damayanti, soalnya secara nggak langsung aku tau aplikasi ini dari dia.
Semoga bermanfaat (^_-)

#Intro Belajar EYD


Nah di postingan label [Belajar Menulis] saya akan memposting catatan-catatan tentang eyd dan cara menulis yang baik dan benar. Kita sama-sama belajar ya jadi jangan sungkan2 buat kritik,saran dan sharing atau tanya2.

Di postingan pertama ini saya mengutip percakapan di grup bbm tentang penulisan dialog. Kalau sekirannya ada yang mau nambah-nambahin monggoooo dipersilahkan.

Kak Nandaaaa... Fafaaaannn. Ini mau tanya nih. Misal gini;

'Ayah tampan ya. Tampak seperti seorang direktur’. Beliau hanya menampakkan senyum lembutnya saat kami memujinya kala itu.

‘Kalian baik-baik ya selama ayah pergi’  adalah kalimat terakhir yang kami dengar dari indera pengecapnya.

Itu kalimat yang dikutip seharusnya kayak gimana? Itu disimpan di narasi. Apa benar harus pakai tanda kutip begitu atau dicetak miring aja? Atau dicetak miring plus tanda kutip?

Menurutku sih dicetak miring aja, tapi pakai kutip juga bisa. Itu kata ayah di paragraf kedua pake kapital ya.

Oke, kak
Terus itu kak yang kalimat kedua
... ayah pergi' adalah

Setelah tanda kutip harus pakai titik dulu atau udaj kayak gitu aja?

Awalnya aku juga pakai, kak. Hihi
Tapi sebenernya penulisan 'ya', 'sih', di ujung kalimat itu harus pakai tanda koma sebelumnya apa engga?

"Kamu kenapa, sih?

Atau "Kamu kenapa sih?"

Aku sih pake. Tapi yg bener pake koma sih.

Okee, semoga berguna ya(͡° ͜ʖ ͡°)