Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Wednesday, 27 April 2016

PERJODOHAN || Twivortiare 2 by: Ika Natasha


Ceritanya, di postingan hari ini saya mau repost lagi for about opinion Alexandra saat jadi #KonsultasiRelantionship pas ngejawab twitter @lispalui lagi curcol masalah perjodohan nih simak:

Kadang karena sebel dijodohin, kita jadi langsung antipati dan males sama orang yang dikenalin sama kita. Padaha dia nggak salah. :}}}



It never hurts to meet new people, i think. Kalai nggak jadi pacar, ya jadi temen. Kalai jadi temen nggak cocok, ya udah.

Truth is, karena kita dibuai oleh konsep romantisme Hollywood, we often romantize how we’re supposed to meet. The one.

Terjebak di lift bareng, rebutan taksi, senggolan terus barang-barangnya jatuh dia nolongin, itu namanya kismet. Kismet itu jarang bok!

Lebih seringnya kita malah ketemu jodoh di sekeliling kita. Temen kerja, temenkuliah, temen sekoah, tetangga, temennya temen.

Gimana ketemu jodoh itu Cuma penting jika kita merasa perlu punya cerita yang menarik atau romantis atau aww pas ditanya orang.

In reality, lebih penting gimana membina hubungannya kok.



Tuesday, 26 April 2016

JUDGEMENT & FRIENDZONE || Twivortiare 2 by: Ika Natasha


Aisshhhh, sebenernya bingung sih judulnya nyambung nggak di edisi #KonsultasiRelationship versi Alexandra. Jadi simak nih moga aja dapat pencerahan buat kalian para friendzone yang lagi dilema ...

Quotes by Novel Ika Natasha – Twivortiare

Lagi pula, baik atau nggak itu relatid. Purelly subjective judgement.
Jadi nggak usah capek-capek banding-bandingin kisah cinta atau pencarian cinta lo dengan orang lain. You have your own story.

Dan nggak usah juga caspek-capek menilai: “Ih dia nggak pantes banget sama si itu, pantesan gue”. Elo siapa juga punya hak menilai?

By the way, coba gue tanya deh, ada nggak di antara kalian yang naksir seseorang tapi nggak berani bilang? Karena takut dianya nggak suka terus jadi jauh dan bubar.

Saran gue: jangan pernah pakai kata “Teman”



Misalnya  : lo pake kata “Teman,” si laki-laki itu yang tadinya-mungkin-juga suka sama llo pasti agak-agak berubah.

Gue bingung juga jelasin gimana caranya nembak laki-laki secara halus, nggak pernah soalnya.

Tapi when i like somebody, i tell him.

Walau dengan kalimat sederhana “i think i like spending time with you. I don’t know why, i just do.”

Kalau perasaan itu berbalas, pasti laki-laki itu senyum agak berbunga-bunga.
Gini. Mending bilang tapi ditolak, atau diem-diem aja dan “menonton” dia mencintai orang lain eventually?

Nembak tapi ditolak itu fungsinya buat wake up call supaya lo move on dan  nggak mikirn yang itu aja.
Supaya berhenti berharap.

Sometimes women can be clueless. Naksir laki-laki, diem-diem aja, senyum-senyum aja, dan berharap si laki-laki namgkep. Man are not min readers!
Bilang aja. Cara bilangnya gue nggak bisa ngajarin. Lebih baik nangis 3 hari karena ditolak, daripada menangis dalam hati bertahun-tahun memendam rasa.


Dan selama lo masih berharap, lo otomatis menutup hati lo dari melirik yang lain. Yang rugi lo sendiri. Menutup kesempatan.

Monday, 25 April 2016

Ekspetasi pria idaman|| Twivortiare 2 by: Ika Natasha


For your information, saya selipin opini Alexandra tentang tipe pria idamannya buat masa depan itu gimana. Kalau di buku, Alexandra say, “Ekspetasi gue ke Beno(Pria idamannya yang udah jadi suami nih yee...) Cuma 3 :
Dia sayang
Dia tanggung jawab
Dia setia
Udah!

Perempuan-perempuan zaman sekarang itu banyak yang di rusak, ekspetasinya gara-gara film dan buku, mikirnya yang sempura itu kaya yang mereka tonton atau baca.


Padahal ya nggak. Yang penting itu lo nyaman sama dia, dan sebaliknya, terus ya udah yang 3 tadi.

Ridiculous kalo zaman sekarang masih mikir. “Pokoknya gue mau cowok yang keren kalau pake jas!” atau “Pokoknya gue mau suami dokter!”

Gara-gara itu, mata lo jadi tertutup ke laki-laki lain di sekeliling lo yang sebenarnya bisa lebih memenuhi emotional needs lo. Sayang, kan?

Pernah denger quote ini?” You don’t love someone because he’s perfect, but he’s perfect you love him.” Itu bener!


Kalau lo bener-bener sayang sama orang, standar kesempurnaan lo akan otomatis bergeser dari sosok di film-film itu jadi sosok yang lo sayangi itu. Trust me.

Sunday, 10 April 2016

Penulis (sukses) Sebenarnya Punya Ilmu Ghaib. Percaya?

Eitss ... Sebelumnya saya mau minta maaf dulu sebelum ada yang protes. Percaya nggak percaya yang bisa buktiin itu penulis itu sendiri.
Kalau ada yang tanya, ngapain sih bikin postingan beginian? Yah kalian orang awam biar tahu aja yang suka ngeremehin dan ngebully kegiatan seorang penulis yang katanya nggak berguna apalagi nggak ada keren-kerennya.
Masih ragu juga? Oke, mumpung saya lagi baik hati, hari ini saya bakal buka kartu deh. Meskipun saya masih amatiran baru nulis 60 tulisan pendek dan beberapa opini juga. Tapi saya ngerasain kok, ternyata penulis lebih hebat dari superhero. Why?
Alasan Pertama
Penulis (sukses) kok punya ilmu ghaib? Jangan-jangan dia pake pelet biar bukunya laris?
Kalau emang iya kenapa, tapi penulis lebih terhormat nggak pake pelet juga keles. Penulis yang sukses itu sebenernya punya berbagai macam ilmu yang bisa diaplikasikan pada ceritanya.
Misal, penulis mau bikin cerita latar perang dunia. Nah iya kalau masih ada orang hidup di masa sekarang buat bikin cerita perang dunia, kalau udah almarhum? Jadi penulis yang mau bikin cerita perang dunia harus punya ilmunya perang dunia meskipun nggak banyak, istilahnya biar feelnya dapet. Itu berlaku buat semua latar dan alur cerita, kalau mau bikin cerita tentang kedokteran juga penulis diharuskan mengenal dunia kedokteran, ya setidaknya istilah umum dan alat-alatnya.
Terus gimana kalau saya bukan dari kalangan tentara atau dokter? Tapi ingin membuat cerita seperti di atas?
Jawabannya, penulis akan menggunakan ilmu ghaibnya tadi. Nah keren kan? Kalau kamu bukan dari kalangan dokter tapi bisa bikin cerita kedokteran sampai pembaca tertipu dengan identitasmu yang bukan dokter. Lucu kan? Nah itulah tadi kenapa saya bilang ghaib.
Alasan kedua.
Ilmu ghaib yang dimiliki penulis (sukses) bisa sebanding dengan kemampuan nenek sihir.
Hii ini sedikit ngaco, tapi maklumin aja namanya juga analogi. Udah tahu kan, kalau nenek sihir yang ingin berubah jadi seorang putri salju harus punya ramuannya? Kalau penulis mah nggak punya ramuan tapi punya ilmu ghaib tadi  yang bisa digunakan buat berubah jadi sosok apa aja. Entah dokter kek, ceo kek, bahkan kakek-kakek.
Kok bisa? ya itu tadi, seorang penulis akan belajar dari ilmunya mendalami jiwa dan karakter yang akan menjadi tokoh ceritanya. Itu akan berguna sebelum membuat cerita.
Alasan ketiga. Penulis lebih berbahaya daripada Mafia.
Buat kalian yang takut sama Mafia, lebih takutlah pada penulis. Atau sebenernya kalian lebih ngefans sama aksinya pas membunuh atau merampok bank?
Hey guys, pikir pakai logika ya? Kalian biasanya liat aksi mafia itu dimana? Di televisi kan pas lagi nonton film action (bukan pas nonton acara gosip :D) Nah film mafia itu buatan siapa? Buatan penulis juga kan? Kalau nggak ada penulis skenario mana bisa kita bisa nonton film aksi-aksi mafia yang diperlihatkan bisa jadi keren kalau bukan karena penulis yang menciptakan ceritanya? Dan ada beberapa juga kok cerita begituan dipraktekin oknum yang tidak bertanggung jawab buat melakukan aksi kejahatan. Bisa nebak kesimpulannya teman?
Sekarang, kenapa dari tadi bahas penulis sukses yang punya ilmu ghaib di judul? Bukannya penulis itu sama aja?
Yapss. Pada hakikatnya penulis itu sama aja. Entah laki, permpuan, anak-anak, tua, dokter, pengangguran sekalipun.
Sukses di sini bukan dibedakan dari 'apa dia berhasil mengangkat ceritanya jadi buku/film' tapi dilihat dari seberapa keras perjuangannya untuk mencapai titik kesuksesan tersebut.
Suksesnya penulis itu macem-macem; Ada yang sukses buat ceritanya disukai banyak orang meskipun dia nggak dapat royalti apapun tapi yang penting dia udah puas dan bahagia. Ada juga penulis yang berhasil mendapatkan keuntungan dari kegiatan menulisnya seperti ketenaran,royalti dan sebagainya.
Selama perjuangan menjadi penulis itu nggak mudah tapi menyenangkan. Dari berkorban waktu,tenaga dan uang. Seperti saat siswa menimba ilmu di sekolah juga gitu, nggak langsung pinter juga. Dia harus terus belajar dan belajar biar ilmunya bertambah. Kalaupun dia dapat pujian atau kritikan dari gurunya nggak boleh putus asa, penulis juga gitu. Dia harus riset dulu biar dapet ilmunya yang kata saya tadi ghoib itu wkwk saat sebelum membuat cerita. Riset bisa dari tanya ke narasumber, belajar dari buku lain, dan observasi langsung. Tapi sekarang mah canggih tinggal tanya kumaha sama mbah google yang serba tahu.
Kalau penulis yang cuma asal ngarang cerita, marah kalau dikasih kritik-saran, nggak mau riset dan mencoba hal baru. Jangan harap kamu bisa sukses. Bisa-bisa kamu mentok itu-itu mulu. Kasian deh nggak bisa mewujudkan 3 hal dari penulis sukses diatas.
Di sini saya nggak menggurui kok tenang aja ilmu saya masih nggak sebanding dari kalian, tapi jangan terlalu terlena juga kalian. Kalau suatu hari nanti, saya bisa jadi lebih hebat dari orang-orang yang suka nyepelein kaum macam saya. Resiko ditanggung sendiri meskipun kalian guling-guling kaya kuda lumping.
Sekian ... Dan semoga bermanfaat (^_^)

Saturday, 8 August 2015

Perubahan Sosial Pandangan Masyarakat: Pria Bertato? Keren atau Nyeremin? “How Do You Think about this?”


Jum’at malem ini,mumpung ada waktu sekarang yuk cuap-cuap sekalian sharing-sharing tentang Perubahan Sosial Pandangan masyarakat mengenai tatto, untuk spesifiknya saya lebih membahas yang dominan saja, Pria dan bertatto?

Pada awalnya, kebanyakan masyarakat salah satunya saya sendiri bakal ngeri dengan orang yang bertato. Pasti! Apa kamu juga? Tak bisa disangkal orang selalu menCap Pria bertato itu sampah masyarakat,menjijikkan pasti preman,pasti kriminal,pasti tukang edar narkoba,dan bla bla...

Beberapa bagian tubuh yang biasanya di tatto seperti punggung,tangan,kaki,leher. Model tattonya pun macam-macam: ada gambar naga,manga,tulisan,gambar kodok ngorek, bebek oseng-oseng,(loh? Salah fokus). Peminatnya pun sekarang sudah mulai berkembang dari berjiwa muda  sampai berjiwa bau tanah), anak rocker sampai anak sekolah, dari tukang malak sampai tukang masak, dari selebritis bounjuris sampai tukang becak dari rakyat melata #eh maksudnya jelata.

Tatto awalnya berasal dari bahasa Tahiti “Tatu” yang berarti tanda. Para ahli mengambil kesimpulan bahwa tatto sudah ada sejak tahun 12.000 SM(Sebelum Masehi. Bangsa –bangsa peradaban kuno seperti Romawi dan Yunani telah mempergunakan tato sebagai tanda bagi suku mereka.

Untuk di Indonesia, Pemerhati sejarah yang juga Dosen STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh Fikrul Hanif Sufyan mengatakan, tato atau seni rajah dikenal oleh dua suku bangsa di Indonesia, yakni Suku Mentawai (Sumatera) dan Dayak (Kalimantan). Suku mentawai dikenal sebagain bangsa proto melayu, yang datang dari daratan Asia(Indocina), pada zaman logam (1500 SM- 500 SM).

Hingga saya pernah bertemu dengan seorang seniman juga suka tatto, sebenernya teman saya pernah bilang pengen bikin tatto tapi belum kesampaian. Pernah saya tanya kenapa mau bikin tatoo? Apa biar keliatan macho? Mau ikutan Tren biar dibilang Keren? Apa mau di bilang berengen(wkwkwk lupakan yang terakhir)

Dan dia jawab, “Tatto itu sebuah karya seni.” Lalu dia nyelonong pergi
Seni sebagai apa? Entahlah saya disuruh mencari definisinya sendiri sepertinya.
Seiring berkembangnya waktu yang bikin bumi makin tua, dan majunya teknologi yang pesat (Arus Globalisasi) menjadikan Budaya barat bisa masuk “blusek” dan berdiri beriringan dengan kebudayaan Indonesia. Seperti film-film dan musik-musik barat yang sudah tak familiar lagi di Indonesia. Dan apa hubungannya dengan Pria bertatto?

JELAS ADA. Coba tengok aktor-aktor Belahan Bumi Utara(Eropa) dan Amerika banyak yang populasi pria bertato kan disana?. Salah satunya ADAM LEVINE, Vokalis band terkemuka yaitu Maroon5.

Kebetulan lagi playing mp3 Maroon5, jadi kepikiran sama tattonya si Bang Adam. Entahlah, fakta membuktikan para kaum hawa kalau melihat Adam Levine punya tatto hampir di seluruh tubunhnya, kenapa mereka menjadikan si Adam Levine the sexiest man? Bahkan kesan tatto yang menyeramkan dan menjijikkan itu tidak terbesit dan tergantikan oleh kesan bad boy dan macho? Aneh kan? Zaman sudah berubah sekaligus merubah sosial pandangan masyarakat pula.

Mengingat Adam Levine seorang seniman musik dan kebetulan mempunyai syndrom khusus yang bikin dia tidak bisa mengekspresikan dirinya, untuk itu mungkin ya alasan dia bikin tato.
Dan dari Adam Levine yang you know mean lah..”ketip-ketip ;)” mengingatkan sekaligus menyadarkan tentang pria bertato itu bukanlah sesuatu negatif yang kalian kira saat ini. Banyak sekali selebriti pria di dalam dan luar negeri melukis tubuhnya dengan tato. Mereka memilih tato untuk mengekspresikan  rasa cintanya terhadap seseorang atau sesuatu, tanggal yang menurut mereka spesial atau kata-kata yang bermakna bagi mereka. Sekarang cukup banyak kok pesohor di negeri kita yang tampak “sexiesth man alive” dengan tato tubuh mereka ex(Chef Juna,Vicky Nitinegoro)
Sekarang saya sudah mengerti, bahwa Tatto adalah cara seseorang mengapresiasikan perasaan yang tak bisa diucapkan melalui kata-kata saja. Semacam bukti otentik saat tubuh menggantikan bibir manismu untuk berbicara tentang apalah-apalah perasaanmu saat itu. #ciee bahasanye
Nah, Tapi kenapa ada beberapa orang menghapus tato mereka pada akhirnya?

Sekarang, selain trend membuat tatto sudah marak. Anehnya para senior pecinta tatto malah menghapus jejak-jejak tatto mereka. Nggak jauh-jauh, Om saya(Pecinta Tatto) juga yang dulu sudah lama menetap di Surabaya beberapa tahun kemudian balik kampung asal ternyata tattonya udah hilang(bukan tatto temporer loh, soalnya bekasnya masih keliatan sih). Kok bisa? Mungkinkah tattonya dicopet waktu perjalan pulang kampung #lol?

Ternyata tidak kawan, berikut ini ada alasannya yang sudah saya tanyakan pada beberapa orang.
1.  Tatto yang mereka buat menurutnya sudah tidak menarik lagi untuk dilihat.
Ini mah sudah jadi salah satu sifat manusia, BOSAN! Karena itu mereka yang sekarang bertato kemungkinan 5-10 tahun kedepan akan merasa bosan,atau menyesal telah membuat tatto tersebut. Dan pada akhirnya niatan menghilangkan tatto itu timbul.

2. Tatto yang dibuat memiliki kenangan buruk ex(tatto nama mantan pacar, tanggal jadian)
“Sekarang kenangan pahit itu jangan disimpan mulu dalem ati, entar kena batu empedu baru tahu rasa! move on lah jangan mikir masa lalu terus kita harus bisa menatap masa depan!” Jadi mungkin seperti itu pemikiran para pria bertato yang ingin menghapus tato karena faktor diatas.

3. Tatto berbahaya bagi kesehatan.
Berbicara dari segi medis,Dr. Irma Bernandette Simbolon, (dokter ahli kulit) dari Rumah Sakit Cipto Mangkusumo menyatakan bahwa orang yang gemar bertato sangat beresiko tinggi terserang berbagai penyakit. Ketika jarum tato mulai menusuk anggota tubuh,peluang untuk terluka sangat besar. Di luka itulah bermacam bibit penyakit mengintai untuk masuk ke dalam tubuh, selain itu, luka yang ditimbulkan bisa menyebabkan iritasi yang berujung kepada infeksi dan berbagai jenis macam penyakit seperti hepatitis B dan C, Tetanus,Lupus sampai HIV dan AIDS.

4. Tatto (Haram) dalam Agama Islam?
Untuk urusan Haram tidaknya sebeneanrnya saya masih ambigu, banyak yang mengatakan, “Menurut Al Qur’an dan hadist mengatakan bahwa tatto itu haram sebagaimana Allah berfirman: “Dan aku (setan) benar-benar menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak,) lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnyaBarang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindun selain Allah,maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa: 119)
Dalam ayat ini dapat disimpulkan, bahwa kulit (bagian tubuh) yang awanya bersih lalu ditato berarti sudah merubah bagian tubuh yang sudah diciptakan Allah SWT. Selain itu tinta yang ditorehkan oleh tatto membuat sholat kita tidak sah karena air wudhu tidak bisa meresap kulit, terhalang oleh tatto.
Namun peryataan tatto itu haram ternyata pernah disinggung oleh salah satu teman saya, begini:

Tatto Haram?
Baca Al Qur’an 18:7 sama 7:32
Tatto digolongkan perhiasan. Hukumnya mubah. Tapi kalau tatto bawa pengaruh buruk hukumnya berubah jadi makhrukh,bahkan haram. Jangankan tatto kawin aja kalo ga bawa kemaslahatan hukumnya bisa jadi haram.
Lainnya :
Tatto yang kalian bilang kebarat-baratan itu budaya Indonesia. Orang-orang Mentawai dan suku Iban kalimantan sudah punya itu budaya sejak jaman kapan. Sebenernya bukan orang kita yang kebarat-baratan,mungkin mereka aja ketimur-timuran.
Kalau merajah tubuh haram,gak peduli permanen apa nggak tetap haram dong? Hayoo yang suka gambar2 tangan pake Henna!! Apalagi yang tempok2 titik di kaki pake daun inai dimalam pengantin. Itu namanya seni rajah juga.”
-dikutip dari Sary Mazwar-

Bagaimana menurut kalian? Kalau dipikir-pikir sih ada benernya juga, intinya kak Sary ini, kita bikin tatto yang bikin haram nggak nya itu niatan bikin tattonya menjurus kemana. Mungkin seperti berbohong yang notabene haram tapi kalau niatan demi kebaikan dalam kondisi terdesak bukankah itu halal?

5. Faktor Sosial
Ini seperti dugaan awal postingan, bahwa pria bertato sering digadung-gadungkan dengan hal negatif membuat mereka dikucilkan dari lingkungan masyarakat. Karena mental dan kepercayaan diri seseorang berbeda, tidak semua bisa bisa acuh begitu saja. Memungkinan Pria bertato tersebut ingin menghilangkan tato agar bisa berbaur dengan masyarakat tanpa embel-embel “Negatif”

SO,KESIMPULANNYA,INTINE POSTINGAN.....

Jangan sekali-sekali melihat seseorang dari sebelah sisi saja, tidak semua orang baik itu terpuji perilakunya, pasti ada cela-cela diantaranya. Begitulah sebaliknya. Semua orang diciptakan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Untuk kamu-kamu yang punya keinginan bertato, sebaiknya pikirkan baik-buruknya buat kamu kedepannya. Renungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sebelum bertindak.