Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Sunday, 27 January 2019

Finally Mr. Right by Shita Hapsari



Finally Mr. Right
Ava memiliki sejumlah impian tentang pernikahan idealnya. Salah satunya melangsungkan acara sakral itu secara tematik bersama Cindy dan Disti. Masalahnya hari pernikahan kedua sahabatnya sudah ditentukan tahun depan, sementara Ava sendiri masih jomblo!

Menurut Cindy dan Disti, jodoh yang diharapkan Ava terlalu konyol dan tidak realistis. Ava menyusun kriteria calon pendamping hidup berdasarkan karakter dan adegan dalam film-film favoritnya. Bahkan, ia merancang beberapa skenario untuk mengetes mereka.

Hans dengan sosok rockstar-nya, selesai. Didit dengan karakter bagai bintang Hollywood favorit Ava, kandas. Roki yang diakui Ava sebagai cowok ganteng dan rapi, gagal di kencan pertama. Lalu, ada Kenzo, seorang laki-laki yang cukup mendekati kriteria. Namun, setelah melalui tes rancangan Ava, masih ada saja yang membuatnya ragu.

Harapan Ava menipis. Bahkan, Kieran, partner bisnisnya yang masih lajang pun kini telah menemukan cewek incaran. Jadi, siapa yang akan menjadi lelaki yang tepat untuk Ava? Tidak hanya Ava yang bimbang, tetapi juga Cindy dan Disti yang ikut gemas. Rencana pernikahan tematik ini terancam gagal!

So, cerita ini emang enjoy banget dibaca kalau lagi santai. Dari prolog pesta pernikahan, di bab selanjutnya kita akan disuguhkan cerita flashback Ava bermula mencari pelabuhan terakhirnya. Ava ini tipikal orang yang tertata dan terencana kehidupannya. Sejak kecil ia memang mencintai cerita fantasi-fantasi Nicholas Sparks hingga membuatnya terus bermimpi dan ingin mewujudkannya saat dewasa.

“Aku punya hobi dan mimpi lain yang pengin buru-buru aku wujudkan,”

“nantinya aku berharap bisa mempopulerkan satu atau dua signature design yang bisa mengangkat nama produkku.”

Jadi itulah impian Ava pertama kali ia utarakan kepada Roki—doi pertamanya yang sebenarnya ia berharap Roki ini tipikal cowok “Rocky-nya Sylvester Stallone ituloh”

Tak sengaja, Roki sempat berpapasan dengan sang mantan membuat jiwa kepo Ava tumbuh.
Lalu mengalirlah percakapan-percakapan Ava dengan Roki seolah-olah  seperti tengah mengintrogasi. Padahal membahas soal mantan adalah kesalahan terbesar bagi Roki di kencan pertama mereka.

“Memang susah, ya, bersahabat kembali dengan mantan,”

“Lebih baik nggak usah mengharapkan itu. Putus hubungan saja sudah sama-sama sulit buat kita terlibat, kan?”

“Menurutmu penting nggak, sih, bersahabat dengan pacar?”

“Pacar kan, orang terdekat kita, apa bedanya dengan sahabat?”

“Iya, aku tahu. Tapi .... kamu tahu, ada pasangan yang sama sekali tidak punya persamaan—entah hobi, selera atau kebiasaan. Akibatnya, saat mereka bersama, nggak jarang salah satunya hanya berstatus menemani, tapi nggak menikmati kebersamaan tersebut,”

“Tapi, aku juga pernah punya pacar yang sama-sama suka olahraga, nonton film, dan pada akhirnya kami putus juga, tuh. Jadi ... punya banyak persamaan bukan jaminan hubungan itu akan berjalan mulus.”

“Iya tapi lebih dari itu, sahabat juga berarti orang yang bersedia mendengarkan, memaklumi, dan menerima apa adanya kita,”

Dan berakhirlah kencan pertama dan terakhir mereka. Ava sempat merasa bersalah juga, tapi sudah terlanjur begitu. Lidah tak bertulang dan perkataan yang sudah terlontar sudah tak bisa ditarik ulang kembali.

Lalu munculah sosok Kieran—sahabat Ava. Nah karakter Ava ini always available banget buat Ava. Tiap hari kamis itu, Ava selalu dateng ke kafe Keiran. Entah minta tolong material product paling murah, kadang ke tukang penjahit, kadang pula Ava ini sering banget jadiin Keiran tempat sampahnya mengeluarkan semua uneg-unegnya. Nih ini kerennya punya sahabat cowok. Cowok itu selalu berpikir kritis kalau menyikapi suatu persoalan. Jadi, Ava ini selalu dapat masukan-masukan positif dari Keiran. Beruntung banget deh pokoknya Ava ini. Sampai Keiran ini orang yang selalu support soal bisnis Ava.

Hingga suatu hari, Disti dan Cindy mengajak Ava ke acara reunian. Di situlah Ava bertemu Kenzo. Awalnya sih mereka Cuma basa-basi biasa soal bisnis Ava. Lalu Kenzo berjanji akan mempromosikan bisnis produksi tas milik Avapora ini.

Keesokan harinya Kenzo ini bener-bener promosiin tas Ava ke adiknya hingga adiknya si Kenzo ini jadi pelanggan tetapnya Avora.

“Baru semalem kenalan sama cowok, baru diberi satu janji. Dan, kamu kamu sudah jungkir balik mikirin dia?”

Tahu nggak sih, sebenernya Kenzo ya menurutku modus pdkt nih. Buktinya setelah beberapa kali mengajak Ava kencan dan memberikan kejutan-kejutan manis di setiap pertemuannya akhirnya mereka jadian juga. Yah, ini Kenzo pernah naksir Ava pas waktu sekolah dan berhasil deh jadiin pacarnya.

“Dan aku mensyukuri pertemuan-pertemuan kita selanjutnya. Mulai dari datang ke reuni, mkan-makan masakan India, nonton teater, sampai main boling tadi; semuanya pengalaman baru buatku. Dan ternyata, menjalaninya bersamamu, meskipun kita baru mengenal lafi, terasa menyenangkan.”

Tapi yang namanya pacaran itu nggak selalu mulus-mulus kaya jalan tol. Kadang ada tanjakan, belokan kadang berlubang. Nah yang bikin hubungan mereka seperti itu awalnya dari Ava sendiri. Dia terlalu tinggi standart pria yang diimpikannya, melakukan banyak tes untuk menguji Kenzo, namun pada akhirnya Ava harus kecewa mengetahui Kenzo bukanlah pria yang berada di tengah-tengah. Tidak sesuai standarisasinya tapi masih sempurna dalam hal melakukan hal-hal romantis seperti acara piknik dan mengajak ke tempat makan romantis.

“Kita Cuma berharap kali ini lo mau berpikir rasional. Bukan berarti lo menurunkan standar ya,... lo bisa memulai segala sesuatunya dengan membuka diri, menerima dan mengenal baru kemudian menilai. Jangan buru-buru memberi cap pada orang tertentu hanya karena orang itu—di dalam kepala lo—keliatan sesuai. Usia kita sekarang menuntut untuk cari calon suami beneran, Va.”

Sayangnya, hubungan mereka tetap harus kandas saat Kenzo ingin mengambil pekerjaan di Denpasar. Kenzo ingin mengajak Ava supaya tidak LDR. Menurut Ava, itu tidaklah mungkin selama Kenzo belum siap mengajaknya ke hubungan yang lebih serius. Kalau ini gue setuju banget sama Ava. Lah belum juga nikah udah ajak-ajak anak orang tinggal serumah di luar pulau pula! Mau jadi apa mereka? Pasangan kumpul kebo? J WKWKW

Nah, pasca putusnya Ava aku juga salut sama dia karena tetap jalin komunikasi sih sama Kenzo. Dan dia mau belajar kesalahan belajar bangkit dari keterpurukan, toh masih ada Keiran yang siap menjadi bodyguardnya si Ava. Kan co cuitttt.

“Ganti pola hidupmulah, sekali-kali, kalau itu masalahnya, ganti pola pikir, jika perlu. Hei menjadi unik dan menonjol itu tidak melulu lewat desain atau produk baru. Kamu bisa bikin gerakan atau propaganda peduli lingkungan seperti yang dilakukan Anita Roddick, misalnya.”

“Kalau kamu ingin sukses, kamu harus. Dan untuk itu, kadang-kadang kamu harus menginvestasikan seluruh waktumu. Berkorban? Tentu saja, pengorbanan selalu ada...”

Finally, percaya nggak percaya... seiring ketulusan Keiran selalu ada buat Ava membuatnya sadar kalau Keiran ini ada “rasa” sama dirinya. Melalui tulisan-tulisan puitis yang diselipin di buku, sampai akhir nya Keiran memberikan Ava sebuah buku agendanya yang selama ini menuntunnya dalam perencanaan masa depan Keiran. SOOO .... rencana terakhir alias agenda terakhir Keiran itu memenuhi rencana list proposal wedding yang udah direncanakan oleh si Ava buat cari calon suami yang sesuai standartnya. Ah ya, untuk kisah perjalanan mereka ke endingnya aku nggak bakal spoiler, biar beras mysteri box gitu J

Ini masih ada beberapa quotes yang aku suka banget nih:

·         “Bisa bayangin nggak, apa yang terjadi jika pasangan yang punya bisnis bareng, lalu putus hubungan? Gimana nasib bisnis mereka? Bagus kalau mereka masih bisa profesional ... kalau nggak? Itu modal dan investasi terbengkalai.

·         “Not everything is about money, you know. Cinta kan, layak diperjuangkan juga meskipun taruhannya bisnis gagal atau duit hilang.”

·         “Justru cinta itu terlalu mulia untuk diperjuangkan dengan mencampurnya bersama bisnis. Just staying...”

·         “Kamu selalu punya harapan tertentu pada setiap cowok. Nggak salah, sih, semua juga begitu. Tapi- kadang-kadang karena nggak mau kecewa—begitu kamu menaruh harapan pada seseorang, kamu lantas mengesampingkan apa yang sebenarnya disfungsional.”


Dari cerita ini yang bisa saya tangkap adalah kita sebenernya harus lebih peka sih sama keadaan sekitar kita, misalnya Ava itu mestinya jangan terlalu jauh mencari dan membuat target yang tinggi tentang kesempurnaan seseorang, sehingga dia luput perhatiannya kalau ada Keiran di dekatnya yang sebenernya berusaha buat jadi pelindung Ava, mendukung Ava dan masih banyak lagi.

Yah, Ava sebenarnya nggak salah sih, kan namanya orang hidup juga punya tujuan tapi jangan berlebihan juga. Untung fiksi loh, kalau dunia nyata emang ada orang yang mau sama orang lo yang minta standart luar biasa tapi lo aja biasa-biasa aja. Jadi untuk itu bolehlah kita pasang target luar biasa kepada diri kita dan orang sekitar kita kalau merekanya mampu. Kaya Keiran nih... kan mampu jadi pria idaman yang sesuai kriterianya si Ava.

Nah sekian review saya tentang novel sekece ini. kalau ada salah-salah kata saya mohon maaf.
Semoga bermanfaat ^_^




Serendipity by Erisca Febriani

Serendipity



Synopsis
Dulunya, Arkan dan Rani adalah sepasang kekasih. Tiba-tiba di sebuah taman kota, Arkan mengikrarkan kalau ia membenci Rani.

Bagi Arkan Rani adalah murid yang harus dikeluarkan dari sekolah. Dengan cara apapun , usaha apapun, Arkan mengerahkan kemamannya.

Rani tahu Arkan membencinya. Rani tahu ini kesalahannya. Tapi Arkan seharusnya mendukungnya. Ia sedang berusaha bertahan hidup.
\
Dengan segala kemampuannya, dengan segala perisai dan kekuatannya. Rani berusaha bertahan dan berdiri tegas.\
\
Sampai Akhirnya Arkan tahu satu hal…kebencian itu perlahan-lahan memudar karena terkuaknya seluruh kenyataan dan kedatangan seseorang yang hadir menjadi pelita bagi Rani.\
[***]\
\
Cerita dimulai saat Arkan melihat Rani memakai pakaian yang sedikit terbuka bersama pria dewasa keluar dari sebuah hotel. Otomatis pikiran negative Arkan muncul begitu saja. Kemudian ia berikrar memutuskan Rani di Taman Vanda dan mulai saat itu Arkan membenci Rani.\

“Kadang, memang selucu itu, mereka yang dulu bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol tentang apapun , kini bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan “hai” atau selamat pagi” \

Penderitaan Rani tak cukup sampai disitu, mulailah menyebarnya foto-foto Rani bersama Andre hingga membuat kesan seolah Rani adalah seorang wanita yang tidak baik {wanita malam}\ Padahal,  Rani bukan menjadi pelacur—melainkan hanya seorang lady escort untuk menemani Andre berjudi.  \
\
Awalanya Rani mencoba bertahan menjalani kehidupannya, namun mengetahui Arkan sangat membencinya perihal tersebut.  Ia berusaha tetap terlihat tegar. Ia ingin seperti bunga kesukaannya.\
\
“Dandelion itu sama kaya kamu. Dandelion yang kuat tegar, dan selalu membawa kebahagiaan untuk orang-orang.”….”yang terpenting dalam hidup itu adalah bagaimana cara kamu menghargai orang lain, menyebarkan kebahagiaan untuk orang-orang sekitar kamu.”

\
Rani sangat kecewa tentu saja, akibat foto tersebut teman-teman disekolahnya mulai menjauhi dirinya termasuk Jane—sahabat terbaiknya. Padahal apa yang dilihat mereka tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Sayangnya, Rani tidak bisa menjelaskan fakta yang ada karena menurut Rani, teman-teman Rani tidak akan mengerti kesulitan apa yang ia alami. Dan ia belum siap untuk menceritakan hal tersebut, kecuali pada Gibran karena hanya pria itu yang masih mau menjadi temannya \
\
“Lo nggak tau apa-apa Gib, Ada sesuatu di dunia ini nggak bisa diubah. Kalau seseorang ngebenci lo, bagaimana cara lo pengin terlihat baik, semua pasti bakal kelihatan salah di matanya. Lo nggak usah ikut campur dengan urusan gue. Karena orang-orang yang selalu ngurusin urusan orang lain selamanya adala orang yang nggak pernah nguruin urusannya sendiri.”\\
Awalnya Gibran menyarankan agar Rani berhenti dari pekerjaannya dan mencari pekerjaan lain. Sayangnya Rani tidak bisa keluar begitu saja terkait Rani masih terikat utang-piutang dengan Andre. Ya keinginan kadang memang tak selaras dengan kenyataan menurut saya. Jadi wajar aja sih kalau Rani sempet tersinggung sama Gibran.\

“Tapi dunia nggak pernah seadil itu,Gib. Mungkin bagi lo yang punya keluarga lengkap dan kehidupan yang cerah, masa depan adalah sesuatu yang undah. Karena lo punya orang tua yang selalu ngedukung keinginan-keinginan lo. Sekolah lo juga enak karena nggak pernah mikirin hal-hal itu,kan?”\

Akhirnya Gibran menjual gitar-gitar kesayangannya karena ingin membantu Rani. Ia tidak ingin Rani menderita lagi dan terbebas dari hutang-hutangnya. Meskipun besar pengorbanan Gibran nyatanya tidak bisa membuat Rani jatuh hati padanya.\

“Nyerah bukan berate kalah,kan? Tapi karena gue sadar, ada hal-hal yang nggak bisa gue paksain untuk jadi milik gue.”\

“kalau ada kesempatan,jangan disia-siain karena lo nggak ernah tahu , apa kesempatan itu datang dua kali.”\\

Tentu saja hati Rani masih tertuju pada Arkan sekalipun dibenci olehnya. Arkan tentu saja membenci Rani setelah menegtahui fakta bahwa hancurnya keluarganya karena ayah Arkan selingkuh dengan Ibu Rani.\

Dan bagaimanapun caranya ia ingin Rani menderita tak peduli apapun caranya yang terpenting rasa sakit hatinya terbalaskan. Ketika harapannya terwujud—Rani dikeluarkan dari sekolah, semuanya berubah begitu saja. Semua orang menyesal karena kehilangan Rani dan satu persatu masalah akhirnya terselesaikan.\

“Aku nggak bakal bisa ngebenci kamu, aku nggak bisa ngebohongin diriku sendiri. Manusia emang begitu ya, harus ngerasain kehilangan dulu untuk bisa lebih ngehargai perasaan. Maaf kalau aku udah sering buat kamu nangis, jujur, aku sama aja kaya nyiksa dir sendiri tiap kali lihat diriku berhasil buat kamu nangis dan benci sama aku.”\\
\

“Dalam hidup Tuhan ngasih banyak kebetulan. Dan kebetulan itu sebenarnya adalah cara untuk ngebimbing kita dalam takdir.”\\

[***]

“Kebetulan yang berujung meneyenangkan.orang biasanya nyebut serendipity sama kayak Issac Newton yang akhirnya bisa ngerti tentang gravitasi lewat buah apel yang nggak sengaja jauh di kepalanyaatau kaya Archimedes nggak sengaja nemuin  hukum Archimedes waktu lagi mandi.”\\
\
Yaps kebetulan yang meneyenangkan akhirnya saya bisa menyelesaikan cerita ini setelah sekian lama baru sekarang sempat baca cerita ini. Mohon maaf kalau saya menceritakan kembali cerita ini sedikit berantakan *maklum lagi period, jadi mood berantakan wkwk.\
\
Dibanding Dear Nathan, jujur saya lebih menyukai cerita ini. Meskipun sama-sama kisah remaja, entahlah saya tertarik karena si Erisca seolah mengajak pembaca untuk menikmati kesan dark dari sisi Rani. Tentang perjuangan hidupnya yang nggak mudah menyadarkan kita kalau sepatutnya kita ini harus menjadi pribadi yang seperti filosofi dandelion.\
\
Pembawaan ceritanya yang enak dibaca, namun ada beberapa hal terkadang sebenarnya tidak perlu untuk dijabarkan sih. Karakter di dalam novel juga rasanya pas sama porsinya buat ngaduk emosi. Dan gue suka makna serendipitynya dijelaskan di akhir itu ngena banget deh. \
\
Overall, saya kasih 4 dari 5 untuk novel ini

Saturday, 10 December 2016

Review film FAN [2016]


Siapa aku sekarang
Dan dimana aku saat ini
Itu semua berkat penggemarku
Tanpa mereka semua
Aku bukanlah apa-apa
=Aryan Khana=


Awal cerita, Film Bollywood “Fan” bergenre thriller ini menampilkan sebuah cuplikan kepopuleran seorang mega Bollywood sang The King of Bollwood  yaitu pria tampan berkarisma bernama Aryan Khana [Shah Rukh Khan] yang tentunya memiliki banyak penggemar salah satunya seorang pemuda bernama Gaurav Chandna [Shah Rukh Khan] juga menjadi fans setia Aryan sejak usia 5 tahun. Selama perjalanan karir Aryan dari nol hingga mencapai puncak karirnya, Gaurav Chandna turut serta mengikuti perkembangan idolanya tersebut dari potong menyalin dan menempelkan beberapa foto Aryan di tembok kamarnya sampai meniru gaya-gayanya, apapun yang sang idola lakukan Gaurav akan mengikutinya dan mempatenkan dirinya sebagai “Junior Aryan”.

Hubungan itu hal yang aneh! Jangan tanya bagaimana bisa
Hubungan kami lebih kuat dibandingkan Wi-fi dan bluetooth
=Gaurav Chandna=

Di tengah cerita, Gaurav memenangkan kompetisi SuperStar dan mendapatkan hadiah uang sebanyak 20.000 rupee. Ia berencana menggunakan uang tersebut untuk pergi ke kota dan bertemu langsung dengan Senior[Aryan] tepat pada hari ulang tahun idolanya tersebut, sekaligus menyerahkan tropi kemenangannyasebagai bukti simbolik bahwa tropi yang gaurav dapatkan di di dedikasikan untuk Aryan. Jalan yang ditempuh Gaurav untuk bertemu dengan Aryan tak semulus jalan tol Jagorawi wkwk. Karena sebelumnya, Gaurav memang menempuh jalan yang tak biasa dengan menjajaki tempat-tempat yang pernah disinggahi Aryan saat awal memulai karirnya. Dari menaiki kereta ‘Radjani Express’ kemudian menginap di Hotel Delite di kamar 205.

Sayangnya, Gaurav tak memiliki kesempatan untuk betemu langsung dengan Aryan saat jumpa fans. Ada bangunan tembok setinggi 50 kaki di pagar mereka yang secara tak langsung membatasi antara sang idola dengan fansnya. Penjagaan terlalu ketat, dan fans Aryan yang datang semakin membeludak. Di India, Idola memang dipuja bak seorang dewa di sana. tak putus asa, Gaurav lantas menempuh cara lain.

Tak ketinggalan, Sidd Kaporr sang aktor baru turut serta memberikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus memperingati Aryan bahwa di usianya yang semakin tua seharusnya ia pensiun saja. Tak luput ejekan yang ia lontarkan beritanya tersebar luas di kalangan netizen. Gaurav yang tak terima kemudian merencanakan aksi balas dendam supaya Sidd Kapoor menarik kembali perkatannyaa.

Seperti kata pepatah, air susu yang dibalas air tuba dirasakan oleh Gaurav setelah rencananya berhasil menghancurkan saingan Aryan tersebut. Gaurav berpikir, ia akan mendapatkan reward dari sang idola dari tindakan baktinya sebagai fans. Sayang seribu sayang, Gaurav ditangkap polisi selama dua hari dan disiksa di tahanan. Tak sampai disitu, Gaurav seakan hancur begitu tau semua siksaan yang diterima ini ulah dari sang idolanya—Aryan Khana.

Gaurav : “Kau suka kado dariku? Sid Kapoor, aku memberinya pelajaran!”
Aryan : “Kau membuat kesalahan, kau harus dihukum! Jadi kau tak berulah lagi.”
Gaurav : “Aku sudah berbuat banyak untukmu.”
Aryan : “Memangnya siapa kau berbuat begitu untukku?”
Gaurav : “Aku penggemarmu”
Aryan : “Kau bukan penggemarku.”
Gaurav : “Jangan berkata begitu. Aku memukul Sid Kapoor sedikit agar kau mau menemuik. Sebagai imbalannya aku hanya ingin berfoto, minta tanda tangan, itu saja. Tak bisa kau luangkan waktu 5 menit untukku?”
Aryan : “Ini hidupku, untuk apa aku memberikannya padamu walau hanya 5 detik?”

Dan sejak percakapan terakhirnya dengan Aryan Khana, akhirnya Gaurav pulang dengan keputus-asaan. Rasa sakit hati menggelapkan semua puajaannya terhadap sang idola yang bertahun-tahun dipujanya kini hancur lebur dalam waktu sekejab saja. Semua kenangan dan benda tentang Aryan dibakar habis oleh Gaurav. Menurutnya, bukan saatnya penggemar mengejar idolanya. Akan ada saatnya idola mengejar penggemarnya. Di sinilah misi dimulai. Misi Gaurav sang Junior menghancurkan Seniornya sendiri—Aryan Khana.

Film Sutradara Manesh Sharma ini memberikan sentuhan-sentuhan menarik dan efek visual yang keren saat saya tonton. Dari segi tokoh utamanya yang dimainkan oleh satu orang, yaitu SRK sendiri. Saya sempat dengar juga, SRK juga sampai terbang ke Amerika untuk melakukan scanning wajah agar memperoleh wajah lebih muda agar bisa memerankan Gaurav yan notabene seorang pemuda. Ditambah lagi, produksi film ini tidak membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membuatnya.

Dari film ini kita banyak belajar arti “Fans” yang sesungguhnya dari pribadi Gaurav, orang yang sudah memiliki obsesi kuat akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Namun dari film ini kita bisa mengerti, kalau aktor atau siapapun yang menjadi idola kita juga butuh privasi sendiri dan tanggung jawab sendiri sehingga terkadang juga luput melalaikan fansnya. Kita tak patut memuja idola kita melebih batas kita memuja Tuhan kita sendiri. Karena bagaimanapun, Idola kita tetaplah manusia biasa ciptaan Tuhan kita juga. So, Be your self. Because you is the best just than anyone.

“jadilah anak yang baik bagi orang tuamu
Teman yang baik, pacar yang baik
Berhentilah menjadi penggemar
Apa perbedaan diantara kita?
Aku datang dari jalanan yang sama, aku punya orang tua biasa sepertimu.
Rumah, sekolah, dan teman seperti biasa..
Aku membangun jalanku sendiri,
tidak dalam bayangan siapapun"
=Aryan Khana=

Akhirnyaaa... saya nulis review ini di sela deadline saya yang padat dan bikin penat. Terima kasih untuk teman kampus saya yang sudah merekomendasikan film ini. and happy weekennd for your all, guys J


Wednesday, 24 August 2016

Resensi Novel Amore Mio Misstress – Marry Ann Jones.



Sinopsis
Crys adalah mahasiswi asal Maroko yang berkuliah di Milan.Ia mendapat masalah karena gagal menyeleasaikan beasiswanya tepat waktu, sehingga diharuskan mengembalikan uang dalam jumlah besar sesuai yang telah ia dapatkan sebagai beasiswa.

Demi bisa mengikuti ujian akhir, ia harus mendapatkan uang dalam waktu dekat. Sehingga mengikuti saran temannya, Crys mengubur prinsipnya dan menjual satu hal yang terpenting baginya. Keperawanan.

Melalui sebuah situs, ia mendapatkan tawaran yang kemudian bersedia membayar dalam jumlah sesuai yang ia butuhkan, asal Crys bukan hanya menjual keperawanannya. Tapi juga waktunya selama 1 tahun.

Penawarnya itu adalah Pierre. Sesuai janji, Crys pun dibawa ke Ponte Vecchio. Namun selama beberapa waktu, interaksi mereka hanya melalui e-mail dan video call. Tidak sampai bertemu secara langsung.

Lalu datanglah Alex, putra Pierre yang tidak tahu bahwa posisi Crys adalah simpanan ayahnya, justru jatuh cinta pada Crys.
***


Selamat malam menjelang pagi yaaa...

Hari ini saya mau sedikit mereview novel kakak kesanyagan saya nih. Sedikit aja ya nggak spoiler banyak-banyak, biar kalian makin kepo. Sebelumnya udah pernah denger nama penulis Phoebe belum? Itu loh penulis novel Rate-Mature gitu. Ada Venus salah satu yang paling bentar lagi mau cetak ulang lagi. Nah penulis bernama asli kak Sary M.J sekarang bertranformasi dengan nama pena baru sekaligus mengubah gaya tulisannya lebih baik lagi. Yaps, Marry Ann Jones. Namanya.

Kenapa Marry Ann Jones?


Selidik oh selidik, dulu saya pernah liat videonya dia ganti namanya itu nggak Cuma buat gaya-gayaan doang. Itu sebenernya nama aslinya yang sedikit dimodifikasi gitu. Dari SARY marr(Y)-ann  jones. Paham kan? Jones itu bukan jomblo ngenes loh! Jones itu nama suaminya. Jadi jangan sekate-kate ngomongnya wkwk.

Ok, Amore Mio Misstress salah satu novel perdana yang ditulis dengan nama pena baru ini. Nggak Cuma nama pena aja yang baru, gaya nulisnya kak Sary juga beda banget dari sebelumnya. Keliatan banget di novel ini lebih rapi, bahasanya juga diperhalus. Nggak terlalu eksplisit banget gitu kaya sebelumnya pas nerangin ****tetoot.

Ini termasuk novel kedua—setelah Husband yang bikin aku selalu menebak-nebak jalan ceritanya. Berasa mau ngintip bagian akhirnya gimana. Apalagi dulu ini sempat ON-HOLD sementara waktu, dan aku udah penasaran akut sama kelanjutannya. Sampai,pas kak nanda udah beli bukunya duluan aku tanya, “akhirnya Crys jadi sama siapa kak?”

Secara aku belum bisa beli buku cetaknya sampai sekarang, jadi aku Cuma mengobati rasa penasaranku dengan beli bukunya di playstore. Nggak buruk-buruk amat kok, malah efektif banget buat yang kantongnya tipis dan nggak pake lama tinggal download beberapa menit. Nggak sampe merana durja nungguin Pak Pos tiap hari di depan pintu nganterin novel pesenan selama beberapa hari hahaha. Tapi resikonya, bukunya nggak bisa dipeluk-peluk, apalagi dibuat selfie buat dipamerin ke temen. Bheh!



Novel ini menurutku minim dialog berkesan buat dijadiin quotes favorit, dan banyak banget narasinya. Tapi nggak tau kenapa narasinya itu enak banget buat dibaca. Nggak kaya lagi baca buku paket mapel deh. Bawaannya narasinya tuh kita bisa baper sekaligus aku suka cara kak Sary mendeskripsikan tiap bagian tempat-tempatnya ituloh! Serasa saya bisa bayangin berada di tempat yang sama sesuai narasi. Dulu pas baca mentahannya di fb kalau ga salah atau waatpad ya? Aku ga suka sama Crys, bayangin dia orang afrika negro kan nggak banget. Trus sekarang pas bukunya udah jadi aku malah suka sama Crys yang aku ngebayangin orang maroko. Mirip-mirip wanita Turki. Tuh kan aku bilang apa, kebawa baper sama narasinya kak sary nih! Selain itu, banyak istilah baru yang selalu dijelasin di catatan kaki itu-loh! Menurutku menarik banget. Buatku kaya wawasan baru aja buat inpirasi. Secara aku mah apa atuh yang sebelas dua belas sama butiran debu.



Oh ya, ada satu bagian entah ini termasuk kekurangan typo apa gimana aku yg salah sebenernya pierre itu bukannya alex ya yg bener?, coba kak sary nanti cek deh. 

Dan satu lagi aku juga kurang sreg bagian akhirnya emang dibuat open ending apa ada sequelnya kok Alex gemesin gitu sih bagian akhirnya?

Hmm... segitu aja ya cuap-cuap saya malam ini. Novelnya udah TOP MARKOTOP jadi nggak perlu ninggal catatan merah yang begitu banyak juga. Sukses kak sary buat nama pena barunya. By the way. Aku sebenernya pengen banget loh dibuatin nama pena sama kakak, kalau mau sih wkwk.

Semoga bermanfaat ^_^

Rate Novel 4/5♥


Tuesday, 2 August 2016

Resensi Novel Cinta Akhir Pekan by Dadan Erlangga

Resensi Novel Cinta Akhir Pekan by Dadan Erlangga

“Menurutku, Akhir Pekan adalah simbol dari sesuatu yang sangat dinantikan oleh semua orang. Mungkin nggak semua, tapi sebagian besar. Setelah lelah bekerja lima atau enam hari, akhir pekan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh karyawan kantoran. Begitu bagi seorang siswa. Bagi seorang Ibu rumah tangga, akhir pekan menjadi saat  yang paling menyenangkan karena bisa dilalui bersama semua anggota keluarga seharian. Dalam makna yang lebih personal, aku memandang akhir pekan sebagai gambaran dari sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan setelah segala ujian dan kesedihan datang dalam hidup seseorang.” hlm-329

        Singkat cerita, setelah menghabiskan ratusan akhir pekan yang telah berlalu, akhirnya saya bisa membeli buku ini dan membaca cerita yang udah dari jaman awal punya wattpad pengen baca. Sayangnya dulu pas mau baca udah ada author note kalau cerita ini udah dihapus buat persiapan naik cetak. Saya masih ingat kalau nggak salah covernya warna merah(sekitar tahun 2014 mungkin). Waktu itu saya mengalihkan dengan membaca cerita wattpad lain yang nggak kalah kece berjibun sampai sekarang. Tahun 2015, keinget lagi sama cerita ini waktu novelnya udah mejeng di pajangan toko buku Elex Media. Sayang seribu sayang, waktu itu lagi nggak punya duit jadi ya ketunda lagi deh. Waktu kak Dadan aktif lagi di wattpad dengan ceritanya berjudul Rendezvous seneng banget rasanya bisa mengobati rindu sama penulisnya(*eh sama tulisannya juga kok  wkwk) Ah ya, dan ada satu cerita lagi judulnya Petrichor namun belum dilanjut entah kenapa.

Cuhuuuy, nggak berasa pas abis ujian ditambah abis lebaran 2016 akhirnya bisa kebeli juga bukunya. Syukur deh bukunya masih sisa 3 eksemplar. Berasa special gitu di sisain buat saya padahal itu buku udah lama nampangnya loh!

Last, setelah membaca buku ini, akhirnya di awal bulan Agustus ini saya bisa menepati janji saya sendiri kepada kak Dadan untuk membuat resensi CINTA AKHIR PEKAN sekaligus apresiasi saya sama novel ini. Hope you like J

&&&
Judul                     :CINTA AKHIR PEKAN
Penulis                  :DADAN ERLANGGA
ISBN                      : 978-602-03-2298-8
Editor                    : Husfani Putri
Desain sampul       : Marchel A.W
Layout                   : Ayu Lestari
Penerbit                 : Gramedia

Sinopsis:
Arlin yakin ia telah diperkosa!
Setelah mengintevestigasi dan menginterogasi keempat teman prianya yang menginap dan berpesta di suatu akhir pelan, semua punya alibi yang meyakinkan bahwa bukan mereka pelakunya. Lalu, siapa?
Dunia dan masa depan Arlin runtuh dalam semalam. Ia bahkan sempat memutuskan akan mengakhiri hidupnya karena tak sanggup menanggung aib dan malu.
Ketika akhirnya salah seorang mengaku sebagai pelakunya dan bersedia bertangnggung jawab, Arlin tak serta-merta percaya. Arlin mengenal pria itu sejak di bangku SMP, dan dia terlalu baik untuk melakukan hal sebejat itu.
Ironisnya, Arlin harus menerima pernikahannya agar benih yang ia kandung tidak dicap sebagai anak haram. Arlin bertekad melampiaskan kemarahannya dan menjadikan pernikahannya mereka sebagain neraka bagi pria itu. Hingga sebuah rahasia tersibak, membuat Arlin percaya bahwa cinta yang tulus benar-benar ada.

          Untuk isi ceritanya mungkin sudah diceritakan sebagian besarnya di sinopsis, untuk memperjelas saja dan sedikit spoiler juga wkwk saya ceritakan ya? Cerita ini bermula dari Arlin yang baru saja diperkosa saat liburan di puncak bersama Dita,Chandra,Edwin,Bisma dan Ferdy. Saat itu Arlin kondisnya mabuk dan malam itu kondisinya sangat tidak memungkinkan Arlin mengingat bagaimana persisnya dan siapa yang memperkosanya. Jadi Arlin harus menginterogasi keempat teman prianya yang ikut menginap dan berpesta di suatu akhir pekan. Semuanya nggak ada yang ngaku dan punya alibi masing-masing untuk menegaskan bahwa mereka bukan pelakunya. Ya jelas dong mana ada maling mau ngaku? Penjara penuh dong?  Pas bagian keempat pria menceritakan apa-apa saja dari salah satu mereka lakukan pada malam itu. Awalnya saya curiga sama si Ferdy, niat apa coba pake ngasih minuman keras segala? Tapi Ferdy juga punya pembelaan sendiri hingga saya ikutan bingung dibuatnya macam Arlin. Berasa tebak-tebakan ala Conan.

        Sepulang dari liburannya, Arlin begitu depresi dan mengurung dirinya dari dunia luar sampai memutuskan akan bunuh diri begitu tahu dirinya hamil. Mamanya mencurigai sesuatu yang tidak beres dengan anaknya sampai apa yang yang disembunyikan Arlin terungkap.

        Mamanya tidak tinggal diam, dia berusaha keras mencari siapa yang membuat hidup anaknya berantakan. Suatu ketika akhinrya salah satu darri mereka—Chandra mengakui perbuatan bejatnya dan bersedia bertanggung jawab. Awalnya Arlin tidak ingin pertanggungjawaban dalam bentuk pernikahan dengan pria brengsek bernama Chandra yang sudah memperkosanya. Ironisnya, Arlin akhirnya harus menerima pernikahannya agr benih yang dikandung tidak dicap anak haram dan Mama Arlin tidak harus menanggung malu sekaligus kecewa dengan guunjingan tetangganya.

        Selama pernikahannya, Arlin melampiaskan kemarahnnya dan menjadikan pernikahan mereka sebagai neraka untuk Chandra. Meskipun begitu, Chandra membalas semua perilaku kasar Arlin dengan sikapnya dan perkataannya yang lembut serta perhatian tiada putus. Seperti menanyakan apakah Arlin sudah sarapan, meminum vitaminnya dan sebagainya.  Kalau jadi Arlin, saya juga bakal akan melakukan hal yang sama. sakit hati terlalu dipendam sampai berubah jadi dendam berkepanjangan. Sampai menginjak enam bulan kalau nggak salah, Chandra sempat kecelakaan. Awalnya saya kira Chandra bakalan mati karena karmanya sendiri. Arlin juga sempat menyesal udah jahat sama Chandra sampai bikin dia kecelakaan secara gak langsung. Sepintas dia berdoa semoga Chandra nggak mati. Tapi saya sempat sedih juga dan berharap endingnya nggak sad sih [labil banget]. Dan kak Dadan mengabulkannya dengan memberikan Chandra kesempatan kedua untuk hidup untuk Arlin. Ternyata kabar tentang kematian Chandra Cuma flasback mimpi Arlin di kala tidur. [jielaaah kena tipu wkwk]

        Setelah kepulangan Chandra, Arlin pelan-pelan nggak jutek lagi dan mulai perhatian sama Chandra, keiinget pas Arlin ditegur Mama mertuanya karena Arlin itu nggak pernah perhatian sama suaminya. Mangkanya Arlin coba memaafkan Chandra, dengan awal mau mencuci dan menyetrika pakaian Chandra. Reaksinya Chandra seneng bangeet doong, sampe ga rela kemeja kusut kan itu kemeja pertama yang dicuci sama istri tercinta...eeett daaah. Selain itu Arlin juga mulai berfikir positif tentang Mama Mertuanya yang cerewet itu. Sampai semuanya berjalan lancar hingga beberapa bulan, dan rahasia itu terungkap.

        Pasca insiden Bisma memeluk Arlin di acara launching studionya Ferdy, Bisma mengakui kalau dirinyalah yang telah memperkosa Arlin. Iya, bisma yang itu tunanggannya sahabatnya sendiri sekaligus orang yang dicintai Arlin diam-diam. Dengan segala penjelasan dan masuk akal tentunya Arlin sekarang percaya, mana mungkin Chandra yang sudah dikenalnya sejak SMP bisa berbuat sebejat itu. Sekaligus mau mengambil tanggung jawab Bisma pula! [Ini cowok baik banget deh. Ada copy-annya nggak Kak Dun? Minta satu dong wkwk]
        Ternyata oh ternyata benang merahnya udah saling tersambung dari Arlin menyukai Bisma—Bisma bertunangan dengan Dita—Dita dicintai Edwin – Edwin dibantu Ferdy untuk menghancurkan Bisma—Bisma memperkosa Arlin—Chandra bertanggung jawab pada Arlin. Runyem nggak  tuh? Wkwk

        Cerita nggak berakhir di situ, ketika kandungan Arlin keguguran saat insiden pengakuan Bisma dia bukit. Iya kembali depresi dan berfikir seharunya dia nggak bisa bersama lagi, karena Chandra nggak berhak bertanggung jawab atas yang bukan kesalahannya lagipula Diandra [nama anak mereka kelak diambil dari arlin DIAN dan canDRA] udah pergi ke surga.

        For your information, saya spoiler segitu aja dulu biar greget kalian beli bukunya langsung. Tenang aja, ceritanya happy ending kok. Wkwk
Di buku ini aku nemuin banyak banget quotes bagus banget, cocoklah buat motivasi atau caption buat instgram *eh?

Quotes favorit :
1.”Kamu harus memulainya dengan berani  mengungkapkannya. Agar aku tahu apa yang bisa aku bantu. Kekuatan itu berawal dari keberanian. Dan keberanian berarti kemauan melakukan hal-hal yang terasa sulit untuk dilakukan.” Hlm-26

2. “Di dunia ini terlalu banyak orang jahat yang lolos begitu saja karena kejahatannya. Kalau kamu diam saja, bajingan itu bakal merasa bahagia, sedangkan kamu terus tersiksa dan menderita.” –hlm 29

3.”Tolong jangan bikin Mama sedih dan kecewa, Kak.” –hlm 56

4.” Memang semua ini berawal dari kesalahan. Tapi, anak kita sama sekali bukan kesalahan. Dia adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita rawat sebaik-baiknya.” –Hlm 162

5. “Dan izinkan aku menjadi seseorang yang melukiskan senyum bahagia itu di wajahmu.” –hlm 163

6.”Ya, dunia ini memang sempit. Sangat sempit. Namun, selama kesempitannya itu menciptakan kebetulan-kebetulan pertemuan yang menyenangkan, aku takkan keberatan untuk tetap tinggal di dunia yang semakin sempit ini.” –hlm 202

7.”Kamu harus sering tersenyum saat sedang bersamaku. Supaya kamu sadar bahwa kamu itu cantik. Supaya kamu tahu bahwa senyumanmu sudah berhasil menyulap manusia pemalas sepertiku menjadi seseorang yang penuh semangat dan gairah hidup. Dan kecantikanmu berhasil mengubah seorang Chandra yang biasa-biasa saja menjadi SuperChandra yang mampu melakukan apa saja demi membahagiakan seseorang yang sangat dicintainya.” –hlm 239

8.”sekali kita berpikiran negatif terhadap seseorang, maka yang terjadi diantar kita dan orang itu selalu kesalahpahaman berpikiran negatif itu tentu saja berbeda dengan bersikap waspada. Jika bersikap waspada akan menghindarkan dari seuatu yang tidak kita harapkan, maka berpikiran negatif justru mendekatkan kita dengan hal buruk itu.” –hlm 244-245

9.”Bagaimana cara membuat orang lain tersenyum? Maka aku menjawab, ‘tersenyumlah terlebih dahulu kepadanya’.” –hlm 259

10. “Tidak ada nama yang jelek dan norak, Ar. Setiap orang tua pasti memberikan nama yang terbaik untuk anaknya.” –hlm 262

11. “Aku tidak hidup bersama dengan seseorang yang sudah menghincurkan hidup sahabat terbaikku.” –hlm 311

12. “Merelakan bukan berati melupakan, Arlin. Merelakan hanya upaya yang kita lakukan supaya kita bisa melanjutkan hidup, dan bersikap lebihh bijaksana dalam menjalani hari-hari setelah kepergiannya.” –hlm 317

13.”Siap atau tidak, takdir bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri dan tak pernah mengenal kata kompromi.” –hlm 317


14. “Perpisahan tetaplah perpisahan. Sebuah proses kehidupan yang paling berat dijali semua orang yang pernah terhubung oleh suatu ikatan.

15.”Apapun aktivitas yang elo jalani di akhir pekan, dimana pun elo berada, bareng siapapun elo menjalankannya, just enjoy the momment.” –hlm 329

16. “Karma buruk atau bukan, aku percaya bahwa setiap perbuatan pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal.” –hlm 334.

        Segi covernya sendiri, saya udah termehek-mehek banget. Keren banget padahal Cuma gambar kaki doang entah kenapa ya? Font tulisannya juga chick dan ga neko-neko. Sempat terbesit di pikiran saya pengen foto kaki pose cover CAP trus diupload di instgram hehehe, sayangggg banget kaki saya nggak seputih dan semulus di foto. Kira-kira itu kaki siapa ya? Ada yang tau?

        Segi bahasanya sendiri udah cesplong deh, kata-kata dalam narasi dan sederhana disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami nggak perlu majas aneh-aneh bae tapi maknanya dalam. So good.

        Ada satu lagi kelebihan buku ini. Di buku ini mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya, kita harus selalu terbuka dan jujur sama orang tua. Contoh nyata Arlin, dia bohong sama ibunya biar bisa liburan ke puncak. Dan lihat akibatnya? Dia mendapat hukumannya sendiri saat di puncak. Untung ya, ibunya Arlin itu orangnya legowo banget. Kalau bilang pemaaf sih nggak juga, saya melihat Ibu Arlin mungkin udah kerasa peristiwa yang dialami Arlin karma dari kelakuan kakaknya—Arlan yang pernah memperkosa wanita[yaiyalah masa pria] sebut saja namanya Sofie. Kita juga belajar dari sikap Chandra dengan sikap tulusnya tanpa kenal lelah mengusahakan yang terbaik untuk Arlin meskipun kerap kali dicaci maki oleh Arlin. Setelah itu, di buku ini kita diajarkan oleh tokoh Dita yang selalu ada buat sahabatnya Arlin sekaligus netral mau meNDUKUNG Arlin dan menjauhi tunangannya-Bisma.
Setelah membaca buku ini saya ketagihan baca buku genre amore yang lainnya, padahal saya nggak paham beda amore,harlequin dan young adult itu apa secara pas saya cari di google amore itu genre novel dewasa. Berkenankah kak Dadan mau menjelaskannya?

Oh iya, setiap kelebiahan juga punya kekurangan,Kurangnya buku ini Cuma satu wkwk cumaaa
.
.
.
.kurangg panjang endingnya kan aku udah gemes banget endingnya Cuma segitu wkwk[bercandaaaaaa], tapi mungkin itu yang bikin seru kali ya? Sekaligus mungkin itu udah ending yang paling terbaik dengan memulai cinta yang baru di akhir pekan. Setelah rentetan peristiwa kelam di akhir pekan yang telah berlalu.

4/5 vote untuk novel ini

Mohon maaf untuk semua kesalahan dalam postingan ini. Maklumin aja ya resensinya yang sederhana ini dan nggak se-pro sama kritikus di goodreads apalagi dengan bahasa saya yang amburadul sedikit nyeleneh ini hehehe. Semoga resensi saya kali ini bermanfaat untuk pembaca sekaligus untuk Kak Dadan Erlangga semoga berkesan di hati *cielaah. ^_^