Thursday, 25 February 2016

LAPORAN PENELITIAN FENOMENA MINAT MEMBACA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 3 LAMONGAN

HALAMAN PENGESAHAN




Laporan penelitian yang berjudul “FENOMENA MINAT MEMBACA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 3 LAMONGAN” ini telah diteliti dan disahkan pada:



Hari/tanggal : 22 April 2015

Tempat         : SMA NEGERI 3 LAMONGAN


Yang Mengesahkan
   

Kepala Sekolah






Drs. H. Wiyono, M.M
NIP. 19620629 198803 1 008


Guru Pembimbing Sosiologi





Umaiyah
NIP. 19740101 200902 2 001


KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, segala puji hanya untuk allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga peneliti dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul “FENOMENA MINAT MEMBACA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 3 LAMONGAN”

Dalam penyusunan laporan penelitian ini peneliti banyak mendapat bantuan dari beberapa pihak, oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

1.   BapakWiyono M.M, selaku kepala SMA Negeri 3 Lamongan
2.   Ibu Umaiyah, selaku pembimbing penelitian ini yang turut membantu dan membimbing kami dalam penelitian ini.
3.   Siswa-siswi SMA NEGERI 3 LAMONGAN yang telah berpatisipasi sebagai responden.

Kami berharap laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi
Kita semua.
         Kami menyadari bahwa laporan penelitian masih terdapat kekurangan. Karena itu kepada para pembaca dimohon kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan penelitian Pada kesempatan selanjutnya.
         Selanjutnya, untuk kami sampaikan terima kasih yang sebanyak – banyaknya.
                                                   Wassalammualaikum Wr.Wb.

                                                             Lamongan, 21 Maret 2015
Peneliti






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................................... 1      
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................ 2     
KATA PENGANTAR........................................................................................................ 3 
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 4     
BAB 1 PENDAHULUAN
                                                            a. Latar belakang masalah...................................... 5
                                                    b. Rumusan masalah....................................................... 6
                                                            c. Tujuan penelitian................................................ 6
                                                            d. Manfaat penelitian.............................................. 6
                                                            e. Batasan masalah ................................................. 6
BAB 2 KAJIAN TEORI
a. Teori yang mendasari........................................... 7
b. Penemuan yang lalu............................................. 7
c. Ringkasan dan kerangka berpikir........................ 7-8
d. Hipotesis.............................................................. 8
BAB 3 METODE PENELITIAN
A.    Waktu dan tempat penelitian........................... 9
1.     waktu penelitian
2.     tempat penelitian
B.. Pemilihan subjek penelitian............................ 9
1. populasi
2.sampel
C. Desain dan pendekatan penelitian.................... 9
D. Pengumpulan data............................................. 9

BAB 4 PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Validasi instrument.......................................... 10
B. Pengumpulan dan penyajian data..................... 10
C. Pengolahan/analisis data................................... 10
1. pengorganisasian data
2. hasil angket
3. tekhnik analisis data

BAB 5 PEMBAHASAN                     
A.    Pengorganiasian Data....................................... 11
B.    Hasil Angket..................................................... 11-12
C.    Teknik Analisis Data........................................ 12-13

BAB 6 PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................... 14
B.Saran................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA                          ................................................................................ 15
DAFTAR RIWAYAT HIDUP             ................................................................................ 16-17
LAMPIRAN- LAMPIRAN                 ................................................................................ 18-20



BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
         Perpustakaan sebagai sumber informasi memegang peranan penting dalam pembangunan nasional dan merupakan sarana penunjang dalam pendidikan. Salah satu jenis perpustakaan adalah perpustakaan sekolah.Perpustakaan sekolah pada dasarnya mempunyai tugas untuk menghimpun atau mengadakan dan menyebarluaskan informasi kepada warga sekolah yang membutuhkan.
          Akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka seharusnya semakin meningkat pula jumlah informasi yang ditersedia dalam bentuk buku, majalah, surat kabar, dan laporan hasil penelitian. Oleh karena itu perpustakaan berupaya untuk menyediakan koleksi dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Permasalahnnya adalah bagaimanaperpustakaan dapat menyediakan koleksi informasi yang berkualitas agar memenuhi kebutuhan dan meningkatkan minat siswa untuk membaca di perpustakaan.
          Namun sangat disayangkan, pada zaman modern sekarang ini, jarang kita temukan siswa yang gemar membaca. Pada kenyataan minat membaca siswa sekarang sangatlah rendah. Kebanyakan mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi ke warnet bermain social media, nongkrong bersama temna-teman atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.
          Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat membaca siswa. Salah satunya adalah berkembangnya tekhnologi. Faktor –faktor itulah yang saya coba untuk ketahui. Saya  juga ingin mengetahui faktor apa yang membuat mereka ke perpustakaan, dan seberapa besar minat mereka ke perpustakaan beserta upaya penanggulangannya.

B. RUMUSAN MASALAH
          Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan berikut:
1. Apa yang menjadi faktor penghambat dan pendorong minat membaca siswa  di perpustakaan SMA NEGERI 3 LAMONGAN?
2. Apa tujuan meningkatkan minat baca di kalangan remaja di zaman sekarang?
3. Bagaiman cara meningkatkan minat baca di kalangan siswa SMA NEGERI 3 LAMONGAN?
C. TUJUAN
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Mendeskripsikan faktor pendorong dan penghambat siswa SMAN 3 LAMONGAN pergi keperpustakaan.
2. Menjelaskan tujuan meningkatkan meningkatkan minat baca di kalangan pelajar.
3. Menjelaskan manfaat yang dapat diperoleh dengan meningkatkan minat baca bagi pelajar.

D.  MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan bisa menambah ilmu pengetahuan.
2. Bagi Guru dan Siswa
          Sebagai bahan refrensi untuk meningkatkan minat baca di perpustakaan sekolah.
3. Bagi pihak pengelola perpustakaan.
          Penelitian ini bisa dijadikan inspirasi untuk mengembangkan perpustkaan sekolah untuk kedepannya menjadi lebih baik.

E. BATASAN MASALAH.
Perpustkaan adalah sarana yang tepat untuk meningkatkan minat membaca, karena membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis oleh seseorang. Semakin banyak membaca, semakin banyak informasi yang kita dapatkan. akan tetapi dalam laporan penelitian ini agar lebih fokus dan pembahasan tidak menyimpang, maka peneliti hanya membatasi masalah:
-        Upaya meningkatkan minat baca di perpustakaan sekolah.
-        Faktor pendorong dan penghampat minat membaca siswa.
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
A. TEORI YANG MENDASARI.
Secara harfiah, perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku – buku atau bahan pustaka.
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakanpembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo,Basuki ;1991 ).
Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahanpustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumberinformasi( Sugiyanto ).
Menurut RUU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksipengetahuan. Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan.

B. PENEMUAN YANG LALU.
          Minat membaca mempunyai tujuan mewujudkan sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan. Di lingkungan sekolah juga demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menimbulkan minat baca siswa sehingga  tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah serta meningkatkan layanan perpustakaan.
          Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minta baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal.. faktor internal adalahh faktor yang berasal dari dalam diri siswa, yaitu  pembawaan dan kebiasaan. Sementara faktor eksternal adalah faktor faktor yang berasal dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal mempengaruhi adanya motivasi, kemauan dan kecenderungan untuk selalu membaca.

C. RINGKASAN DAN KERANGKA BERPIKIR
          Berdasarkan teori tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa minat membaca sangat penting dikalangan pelajar, untuk itu perlu ditingkatkan membaca agar dapat mewujudkan pengembangan nilai ilmu. Oleh karena itu perpustakaan berupaya untuk menyediakan koleksi dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Permasalahnnya adalah bagaimanaperpustakaan dapat menyediakan koleksi informasi yang berkualitas agar memenuhi kebutuhan dan meningkatkan minat siswa untuk membaca di perpustakaan.
          Namun sangat disayangkan, pada zaman modern sekarang ini, jarang kita temukan siswa yang gemar membaca. Pada kenyataan minat membaca siswa sekarang sangatlah rendah. Kebanyakan mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi ke warnet bermain social media, nongkrong bersama temna-teman atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.
          Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat membaca siswa terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minta baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal.. faktor internal adalahh faktor yang berasal dari dalam diri siswa, yaitu  pembawaan dan kebiasaan. Sementara faktor eksternal adalah faktor faktor yang berasal dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal mempengaruhi adanya motivasi, kemauan dan kecenderungan untuk selalu membaca.

D. HIPOTESIS
          Berdasarkan konsep-konsep yang telah dituangkan dalam kerangka berpikir, maka hipotesis (Ha) yang dapat diajukan adalah sebagai berikut.
1. Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minta baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal..
2. Di lingkungan sekolah juga demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menimbulkan minat baca siswa sehingga  tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah serta meningkatkan layanan perpustakaan
3. Salah satu upaya meningkatkan minat baca adalah dengan pemahaman aka pentingnya membaca. Cara ini menekankan pada diri siswa bahwa membaca memiliki banyak manfaat. Karena dari membaca pengetahuan semakin luas dan akan banyak hal baru yang kita dapat.






BAB 3
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu Penelitian.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 April 2015 sampai dengan 18 April 2015.
2. Tempat Penelitian.
Tempat Penelitian dilakukan di SMAN 3 LAMONGAN.
B. Pemilihan Subjek Penelitian
          Dalam suatu penelitian perlu menentukan subjek dan objek penelitain, yang menjadi subjek penelian adalah orang atau responden sebagai sumber data, sedangkan yang menjadi objek peneliian adalah yang menjadi pusat perhatian peneliti. Subjek penelitian dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah kumpulan unit-unit elementer,atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel yang memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa-siswi SMAN 3 LAMONGAN
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil dan dipergunakan untuk penelitian yang dan sifatnya dan karakternya mewakili populasi sebagai objek penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 20 siswa-siwi SMAN3 LAMONGAN. Objek peneliatian di lingkungan sekolah.
C. Desain dan pedekatan penelitian.
Adapun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini disajikan dalam uraian naratif bukan statistik.
D. Pengumpulan Data.
Dalam penelitian ini menggunakan metode pemetaan sosial meleluai pendekatan survei. Sementara itu, metode pengumpulan datanya berupa angket yang disebar ke 20 siswa-siswi SMAN 3 LAMONGAN.


BAB 4
PELAKSANAAN PENELITIAN
A . Validasi Instrument
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Setiap variabel diukur dengan menggunakan skala internal, sedangkan skor menggunakan skor menggunakan skala likert yang ditentukan dengan lima alternatif jawaban. Dengan rincian, mendapatkan bobot/nilai 5, untuk alternatif sangat setuju, nilai 4 unruk alternatif setuju, nilai 3 unruk alternatif ragu-ragu/netral, nilai 2 untuk jawaban tidak setuju, dan nilai 1 untuk jawaban sangat tidak setuju.
B. pengumpulan data dan penyajian data.
Untuk mendapatkan ciri khas sebuah bilangan, dalam penyusunan dan penyajian dan mentahnya menggunakan ukuran pemusatan (tendensi sentral),modus. Modus merupakan ukuran pemusatan yang menunjukkan frekuaensi terbesar pada suatu perangkat data.
C.Pengolahan/Analisis Data.
Setelah kamu menerima angket dari responden, maka selanjutnya lakukan pengolahan data. Pada penelitian ini diperoleh data yang telah diikhtisarkan dalam tabel 4.1
Nomor /Nama
Responden
Butir Angket
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1. A. Johan A
1
2
2
4
1
4
2
4
4
3
2.Bayu Arfian Nugrah S.
4
4
4
1
4
4
4
4
5
5
3.Irfan Maulana Farid
5
5
4
2
4
2
2
5
5
5
4.Ikka Noor Romza
5
5
3
4
5
3
4
5
5
4
5.Prasetyo
4
4
2
4
5
4
3
3
4
4
6.Futaikhi
5
4
1
3
4
2
3
3
5
4
7.Indah Miarwati
5
5
1
5
2
1
2
3
3
2
8.Muhammad Habibi
3
4
2
3
5
4
3
4
4
5
9.Amy Vego R.
5
3
1
5
5
2
2
2
5
5
10.Iyan Mahendra
3
4
4
2
5
4
3
4
4
4
11.Ananta
4
4
3
3
5
3
3
4
3
3
12.Nelly Chris Oktaviani
1
2
2
4
5
2
4
5
4
5
13.Moch Firman F.
5
1
2
5
5
1
5
4
5
4
14.Syafrie Rizki P.
3
5
2
1
5
4
5
4
4
5
15.Silvia Wardayanti
2
4
3
4
4
4
2
4
5
5
16.Loerna Surya O.
2
4
3
2
4
4
3
4
4
3
17.Dennes Dwi K.
5
5
1
5
5
1
2
2
5
2
18.Dwi R.
5
5
4
2
3
4
3
4
4
5
19.Odi Tri R.
4
4
1
5
5
3
1
5
5
5
20. Dyah Ayuning S.
3
3
4
3
5
4
4
4
4
4
Jumlah skor
77
74
49
67
86
60
60
77
87
82

BAB 5
PEMBAHASAN
1. Pengorganisasian Data
Data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket kepada 20 responden yang pernah yang menjadi subyek penelitian ini akan dimasukkan ke dalam tabel. Kemudian, menghitung  setiap jawaban pernyataan tersebut dengan skor  tertinggi yang diperoleh 100  untuk masing-masing pernyataan, dan skor terendah adalah 20.
2. Hasil Angket
·       Pertanyaan 1 : Berdasarkan hasil angket di atas yang mengatakan bahwa lebih senang membaca lewat situs online lebih banyak disbanding yang senang membaca di perpustakaan yang disebabkan karena situs online lebih menarik dengan berbagai macam gambar dan banyak jenis buku yang dapat di baca, sehingga faktor ketertarikan siswa terhadap situs online menjadi faktor penghambat siswa untuk membaca di perpustakaan.

·       Pertanyaan 2 : Berdasarkan hasil angket di atas yang mengatakan bahwa lebih senang membaca di rumah lebih banyak di banding yang lebih suka membaca di perpustakaa yang disebabkan membaca di rumah lebih leluasa dan lebih dapat berkonsentrasi dibanding membaca di perpustakaan, sehingga kenyamanan membaca di rumah menjadi faktor penghambat siswa membaca di perpustakaan.

·       Pertanyaan 3 : Berdasarkan hasil angket di atas yang mengatakan bahwa tidak bisa berkonsentrasi ketika membaca di perpustakaan lebih banyak dibanding yang bisa berkonsentarasi yang di sebabkan karena banyaknya siswa lain yangberbuat keributan, yang paling penting peraturan perpustakaan yang belum ketat , sehingga konsentrasi ketika membaca di perpustakaan menjadi faktor penghambat siswa membaca diperpustakaan.

·       Pertanyaan 4 : Berdasarkan hasil angket di atas yang mengatakan bahwa waktu yang disediakan sekolah untuk membaca di perpustakaan seperti waktu istirahat dan lain-lain sangat kurang lebih banyak dibanding yang mengatakan waktunya cukup, sehingga waktu yang disediakan sekolah menjadi faktor penghambat siswa menbaca di perpustakaan.

·       Pertanyaan 5 : Berdasarkan hasil angket di atas yang mengatakan bahwa sarana dan prasarana sudah belum memadai banyak dari pada yang mengatakan sudah memadai, sehingga sarana dan prasarana perpustakaan dapat menjadi faktor penghambat minat membaca siswa diperpustakaan.

·       Pertanyaan 6 : Berasarkan hasil angket di atas yang mengatakan bahwa pelayananpengelolaan perpustakaan sudah sesuai lebih besar dari pada yang mengatakan belum sesuai, sehingga pelayanan pengelolaan dapat menjadi factor pendorong minat siswa membaca di perpustakaan.

·       Pertanyaan 7 : Berdasarkan hasil angket di atas berarti yang mengatakan bahwa buku yang tersedia di perpustakaan sudah memadai dan menarik lebih banyak dibanding yang mengatakan tidak, sehingga jenis-jenis buku yang tersedia diperpustakaan menjadi faktor pendorong membaca di perpustakaan.

·       Pertanyaan 8 : berdasarkan hasil angket diatas yang mengatakan banyak yang setuju  memiliki nilai tulus dalam membaca adalah point penting upaya meningkatkan minat baca dari sendiri. Karena membaca memiliki manfaat dan pengetahuan semakin luas banyak hal baru yang akan kita dapatkan.

·       Pertanyaan 9 : Berdasarkan hasil angket diatas yang mengatakan banyak yang setuju upaya meningkatkan minat membaca adalah motivasi dari berbagai pihak amat dibutuhkan terutama dari dewan guru dan orang tua siswa.

·       Pertanyaan 10 : berdasarkan sosialisasi tentang keberadaan perpustakaan agar para siswa lebih tertarik mengunjungi perpustakaan sangat dibutuhkan. Karena tujuan dari pengembangan minat baca agar tercipta masyarakat yang berbudaya membaca .
3. Tekhnik Analisis Data
3.1 Bahwa minat membaca di perpustakaan sekolah dipengaruhi 2 faktor yaitu faktor pendorong dan penghambat. Kemudian faktor pendorong membaca di perpustakaan adalah  Jenis-jenis buku yang tersedia diperpustakaan menarik dan memadai,Pelayanan pustakawan yang baik dan sesuai. Sedangkan faktor penhambat siswa kelas membaca di perpustakaan adalah Waktu yang disediakan sekolah kurang untuk membaca di perpustakaan,Tidak bisa berkonsentrasi ketika membaca di perpustakaan,Lebih menarik membaca lewat situs online disbanding membaca diperpustakaan,Lebih leluasa membaca dirumah,Sarana dan prasarana perpustakaan yang belummemadai dan Siswa lebih menyukai situs online daripada membaca buku di perpustakaan.

3.2  Perpustakaan mempunyai tujuan mewujudkan sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan. Di lingkungan sekolah juga demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menimbulkan minat baca siswa sehingga  tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah serta meningkatkan layanan perpustakaan. Karena membaca memiliki manfaat dan pengetahuan semakin luas banyak hal baru yang akan kita dapatkan.

3.3 Bahwa Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca di perpustakaan SMAN 3 LAMONGAN adalah: Memiliki niat tulus dalam membaca adalah point penting upaya meningkatkan minat baca dari diri sendiri, Mootivasi dari berbagai pihak amat dibutuhkan terutama dari dewan guru dan orang tua remaja, Perlunya sosialisasi tentang keberadaan perpustakaan agar para siswa lebih tertarik mengunjungi perpustakaan.






















BAB VI

PENUTUP
·       Kesimpulan
Berdasarkan permasalahanan hasil penelitian di atas, dapat di simpulkan bahwa :

1. Faktor penghambat dan pendorong minat membaca siswa  di perpustakaan SMA NEGERI 3 LAMONGAN
A. Faktor pendorong siswa membaca di perpustakaan terdiri dari :
·       Jenis-jenis buku yang tersedia diperpustakaan menarik dan memadai
·       Pelayanan pustakawan yang baik dan sesuai

B. Faktor penhambat siswa kelas membaca di perpustakaan terdiri dari :
·       Waktu yang disediakan sekolah kurang untuk membaca di perpustakaan
·       Tidak bisa berkonsentrasi ketika membaca di perpustakaan
·       Lebih menarik membaca lewat situs online disbanding membaca di perpustakaan
·       Lebih leluasa membaca dirumah
·       Sarana dan prasarana perpustakaan yang sesuai dan memadai
·       Siswa lebih menyukai situs online daripada membaca buku di perpustakaan.

2. Berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan diatas,maka dapat disimpulkan bahwa tingginya minat membaca sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Di lingkungan sekolah juga demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menimbulkan minat baca siswa sehingga  tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah serta meningkatkan layanan perpustakaan. Karena membaca memiliki manfaat dan pengetahuan semakin luas banyak hal baru yang akan kita dapatkan.

3. Karena tingginya minat membaca sangat dibutuhkan oleh setiap orang,oleh karena itu dibutuhkan berbagai cara untuk meningkatkan minat baca dikalangan remaja. Cara tersebut dapat dilakukan di lingkungan sekolah,maupun remaja itu sendiri. Hal terpenting yang harus dilakukan pelajar adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri kan pentingnya membaca,selain itu mootivasi dari berbagai pihak amat dibutuhkan terutama dari dewan guru dan orang tua remaja, Perlunya sosialisasi tentang keberadaan perpustakaan juga harus dilkukan agar para siswa lebih tertarik mengunjungi perpustakaan


·       Saran
Saran yang dapat di sampaikan dari hasil penelitian di atas :
1. Jenis-jenis buku yang tersedia di perpustakaan di perbanyak dengan berbagai buku yang menarik walaupun buku yang di perpustkaan sekarang sudah lumayan menarik, tetapi harusditingkatkan lagi sehingga siswa lebih tertarik membaca di perpustakaan dibanding lewat situsonline.

2. Waktu yang disediakan sekolah untuk membaca di perpustakaan seharusnya di tambah mungkin dengan berbagai cara misalnya dalam satu minggu di beri jadwal satu jam untuk setiap kelas membaca diperpustakaan seperti jadwal mata pelajaran dan bisa juga di hubungkan dengan salah satu mata pelajaran seperti mata pelajaran bahasa Indonesia.

3. Keluhan mengenai tidak bisanya berkonsentrasi ketika membaca di perpustakaan dapat atasi denganmeningkatkan peraturan yang lebih ketat lagi seperti ketika berada di perpustkaan setiap siswa di larang membuat keributan ketika siswa banyak membaca di perpustakaan.









DAFTAR PUSTAKA










BIODATA
1.
  
Nama Lengkap                              : Fanda Elvira Rosa
Nama Panggilan                            : Fanda
Tempat,Tanggal Lahir                  : Lamongan,5 Desember 1997
Alamat                                         : Jl. Pahlawan, Pagerwojo
Agama                                         : ISLAM
Asal sekolah                                 : SMAN 3 LAMONGAN
Kelas                                           : XI IPS 1
No. absen                                    : 13
Alamat sekolah                            : Jl. Raya tanjung No.1
Hobi                                            : Membaca
Cita-cita                                      : Penulis


LAMPIRAN

LEMBAR ANGKET
NAMA RESPONDEN:
PETUNJUK:
Berikut ini sejumlah pertanyaan yang harus anda tanggapi. Tanggapilah dengan jujur semua pernyataan  yang  ada. Usahakan tidak ada jawaban yang dikoosongkan . identitas responden akan dirahasiakan. Untuk menanggapi pernyataan tersebut cukup memberi tanda checklist (v) pada kolom yang tersedia, yaitu dengan memilih salah satu pendapat sebagai berikut:
1= Sangat Tidak Setuju (STS)
2= Tidak Setuju (TS)
3= Ragu-Ragu (RR)
4=Setuju(S)
5=Sangat Setuju (SS)
No
PERNYATAAN
ALTERNATIF JAWABAN
STS
TS
RR
S
SS
1.
Saya lebih suka situs online daripada membaca buku di perpustakaan.





2.
Saya lebih senang membaca buku di rumah daripada membaca buku di perpustakann.





3.
Saya bisa berkonsentrasi di perpustakaan ketika membaca meskipun suasana diluar sedang gaduh





4.
Waktu yang disediakan perpustakan tidak mencukupi untuk membaca di perpustakan.





5.
Sarana dan prasarana perpusttakaan belum memadai, diperlukan akses tambahn wifi dan kipas angin/AC agar pengunjung lebih nyaman di perpustakaan.





6.
Pelayan di perpustakaan sudah sesuai





7.
Jenis buku di perpustakaan memadai dan menarik.





8.
Memiliki niat tulus dalam membaca adalah point penting upaya meningkatkan minat baca dari diri sendiri.





9.
Mootivasi dari berbagai pihak amat dibutuhkan terutama dari dewan guru dan orang tua remaja.





10.
Perlunya sosialisasi tentang keberadaan perpustakaan agar para siswa lebih tertarik mengunjungi perpustakaan.





Bagaimana pendapatmu tentang siswa sekolah yang tinggal di daerah pesisir harus belajar tentang kehidupan laut?

Menurut saya, saya setuju dengan keadaan demikian karena beberapa alasan berikut :

1) siswa dan pihak sekolah dapat mengadakan progam sistem belajar terbuka di alam, jadi tidak melulu di kelas. Dengan begitu siswa dapat mempelajari lebih rinci dan praktek langsung untuk memperdalam ilmu oseanografi(sebuah aplikasi ilmu terhadap fenomena laut).

2)siswa dapat membantu penduduk sekitar untuk membantu meningkatkan potensi sumber daya manusia atas ketersediaan sumber daya alam yang ada. Misalnya : sosialisasi untuk penduduk sekitar untuk gerakan “penanaman rumput laut.” Selain dapat menjaga kelestarian terumbu karang, masyarakat sekitar juga dapat menemukan lapangan kerja baru yaitu petani rumput laut, yang hasilnya dapat dijual ke tengkulak atau membuat usaha kecil-kecilan makanan agar-agar dari rumput laut dan sebagainya.

3) siswa yang mengenal daerahnya dengan sanagt baik dapat mempromosikan daerah pesisir mereka kepada daerah/negara lain dengan potensi yang dimilikinya untuk tujuan wisata. Sekarang kegiatan rekreasi banyak dilakukan di laut atau di daerah pesisir, seperti menikmati pemandangan laut,berenang di laut, menyelam, berselancar. Sebagai contoh untuk kegiatan wisata alam selam untuk menikmati keindahan terumbu karang, perlu dilakukan penelitian mengenai terumbu karang itu sendiri.

4.) Mempelajari kehidupan laut sebagai ilmu pengetahuan. Mempelajari oseanografi untuk kemjuan untuk ilmu pengetahuan dilakuakn secara sistematis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnye. Kemudian hasil-hasil ini dapat dipublikasikan secara luas luas dalam jurnal-jurnal atau majalah ilmiah. Selanjutnya dapat dikeembangkan untuk bidang lainnya misalnya memanfaatkan laut untuk perdagangan: contoh, untuk pelayaran kapal-kapal dagang. Mempelajari kehidupan laut perlu dilakuakan untuk menentukan dan merawat alur-alur pelayaran, serta tempat-tempat berlabuh atau pelabuhan. Kemudian di bidang pertahanan negara. Mengingat negara indonesia sebagai negara maritim, mempelajari ilmu oseanografi sangatlah per;u terutama berkaitan dengan pertahanan laut, seperti menentukan alur-alur pelayaran baik untuk kapal, tempat-tempat pendaratan atau berlabuh yang aman, untuk keperluan menentukan batas-batas negara.


5.) Mmepelajari oseanografi membuat kita belajar akan keindahan mahakarya ciptaan Allah yang tiada duanya. Seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang. Setelah mengenal kehidupan laut yang begitu memikat hati, manusia akan menjaga lingkungan laut dari kerusakan dan pencemaran lingkungan karena aktifitas oknum yang tidak bertanggung jawab.

Teks Dialog Negosiasi



Kali ini saya akan memposting tentang teks negosiasi jual beli dan selain jual beli. Mungkin bisa membantu untuk para pembaca. Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar apabila anda mau copas karena ini asli buatan saya sendiri J

#Negosiasi jual – beli
“Jual – Beli Rumah”

Fanda         : “Tita menurutmu didaerah sekitar kota Lamongan ada perumahan yang bagus enggak?”

Tita             : “Emang kenapa? Kamu mau beli rumah?”

Fanda         : “ya iyalah mau beli rumah, masa beli sayuran kalau beli sayuran ya dipasar!”

Tita             : “hehehe kau ini, aku kan Cuma anya. Emang kenapa kamu mau beli rumah lagi?”

Fanda         : “iya rumah yang lama aku jual , soalnya jauh dari perkotaan dan sarana prasarana seperti jalan sangat buruk sekali. Eh dari tadi aku jawab pertanyaanmu tapi kau belum jawab pertanyaanku!”

Tita             : “Eh sorry lupa! Menurutku disekitar kota ada perumahan yang bagus namanya Griya Regency. Ituloh di jalan basuki rahmat. “

Fanda         : “oh didepan supermarket kan? Nanti anterin aku ke kantor pemasaranannya ya?”
Tita             :“ iya bener didepan supermarket. Tapi maaf aku nggak bisa anterin kamu ke kantor pemasarannya aku lagi ada urusan keluarga.”

Fanda         : “ya udah deh gak apa-apa. Nanti aku berangkat sendiri aja.”

Keesokan harinya Fanda berangkat menuju kantor Pemasaran “Griya Regency.”

Penjual                 : “Selamat datang, silahkan duduk.”

Pembeli (Fanda) : “Terima Kasih.”

Penjual                 : “Ada yang bisa saya bantu?”

Pembeli (Fanda) : “ saya ingin membeli rumah, namun saya masih bingung ingin membeli rumah seperti apa.”

Penjual                 : “Mbak tidak perlu bingung, kami merekomendasikan beberapa type rumah di Griya Regency. Diantaranya rumah type 36,42,60. Rumah type  36 adalah rumah yang luasnya paling kecil. Rumah type ini dinamakan dinamakan “White Exterior” dan rumah kedua type 42 berukuran sedang dinamakan “Grays Exterir” type rumah ketiga 60 yang dinamakan “Neutral Exterior” ini adalah type rumah terbesar dengan luas 500mx500m”

Pembeli (Fanda) : “fasilitasnya apa saja mbak?”

Penjual                 : “ semua fasilitasnya sama mbak, keamanannya terjamin aman. Bebas banjir, saluran listrik dan air lancar. Letak perumahan juga strategis dekat dengan pusat-pusat kota dan tempat umum seperti rumah sakit,pasar,sekolah dll.

Pembeli (Fanda) : “baiklah dari penjelasan anda tadi saya mau ambil rumah type 42 namanya “Grey Exterior kan? Harganya berapa mbak?”

Penjual                 : “kalau type rumah Grey Exterior harganya Rp. 150.000.000.”

Pembeli (Fanda) : “Tidak ada diskon mbak?”

Penjual                 : “kebetulan kita lagi ada promo akhir bulan mbak untuk type rumah Grey Exterior diskon 10% jadi harganya Rp.135.000.000.”

Pembeli (Fanda) : “Tidak bisa turun lagi mbak?”

Penjual                 : “tidak bisa mbak, ini bisa kredit angsuran 20x dalam 5 tahun loh!”

Pembeli (Fanda) : “diturunin lagi dong mbak.”

Penjual                 : “ Rp.130.000.00 gimana mbak? Saya sudah turunin harganya banyak loh mbak.”

Pembeli (Fanda) : “ ya sudah saya sepakat harganya Rp.130.000.000.”

Penjual                 : “jadi cash/kredit ?”

Pembeli (Fanda) : “cash saja nanti uangnya saya transfer lewat rekening anda.”

Penjual                 :” Terima kasih”

Pembeli (Fanda) :”sama-sama. Saya permisi dulu selamat siang”

Penjual                 : “selamat siang.”



#Negosiasi selain jual – beli

“Jadi Liburan Dimana?”

Ujian Akhir Semester sudah berakhir. Wali kelas merencanakan liburan akhir semester untuk refresing para siswanya. Namun wali kelas bingung kemana tujuan yang pas untuk liburan. Jadi hari ini beliau akan membicarakan dengan para siswanya.

Wali kelas  :”Assalammualaikum”

Siswa          :”Wa’alaikumsalam.”

Wali kelas :”anak-anak karena UAS telah berakhir bagaimana kalau kita mengadakan liburan hitung-hitung refresing?”

Siswa 1       : “Lantas tujuan kita kemana pak?”

Siswa 2       :”bagaimana kalau ke WBL saja Pak?”

Siswa 1       :”ah menurutku terlalu membosankan,pasti semua siswa disini sudah pernah kesana?”

Siswa 2       :”lalu bagaimana? Ada usul yang lebih baik?”

Siswa 1       :”bagaimana kalau ke candi borobudur saja? Kita bisa belajar sejarah sekalian”

Siswa 2       :”itu terlalu jauh, pasti membutuhkan banyak biaya dan waktu, lahipula lusa kita juga harus masuk sekolah, pasti semua siswa pasti capek habis melakukan perjalanan jarak jauh. Lebih baik kita melakukan perjalana jarak dekat atau tempatnya tidak terlalu jauh.”

Siswa 3       :” kita pergi ke Malang saja . suasananya sejuk dan jaraknya tidak terlalu jauh.”

Wali kelas : “jadi bagaimana anak-anak?”

Siswa 1,2,3          : “Baiklah kita ke Malang saja Pak!”

Wali kelas            : “Jadi kesepakatanya kelas X IPS 1 akan berlibur di Malang”

“Refrensi Novel”

Minggu yang cerah ini seharusnya menjadi hari libur yang menyenangkan setelah melakukan kegiatan sekolah selama enam hari. Namun menjelang Akhir Semester para siswa SMAN 3 LAMONGAN diberi tugas oleh Bu Siti Mugi Inayati selaku guru B.Indonesia untuk membuat refrensi novel.

Ikka             : “Assalammualaikum”

Fanda         : “Wa’alaikumsalam”

Ikka             : “Fanda, hari ini bisa temani aku ke toko buku nggak?”

Fanda         : “Tumben mau ke toko buku?”

Ikka             : “ iya, aku dapat tugas bahasa Indonesia membuat refrensi sebuah novel. Menurutmu novel apa yang bagu untuk kubuat refrensi?”

Fanda         : “Itu tergantung kamu, genre novel apa dulu yang mau kamu refrensi?”

Ikka             : “Emang novel ada genre (jenisnya) ya?” kaya film aja!

Fanda         : “ya jelas ada dong. Kamu tau nggak difilm-film seperti Twilight dan Harry Potter itu diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Ada beberapa genre novel yang perlu kamu ketahui yaitu teenlint,romance,harlequin,horror,mysteri,metropop dll. Lantas kamu mau merefensi novel apa dulu?”

Ikka             : “Bagaimana kalau novel Habiburrahman El Shirazy saja yang judulnya Ayat-Ayat Cinta?”

Fanda         : “novelnya bagus juga, tapi pasti susah cari novel itu di toko buku, itu kan novel keluaran lama. Cari novel keluaran terbaru saja!”

Ikka             : “ novel Esti Kinasih aja, judulnya Jinga untuk Matahari!”

Fanda         : “Yeeeeeee! Gimana sih novelnya aja belum terbit. Terus kamu bisa bikin resensinya sementara bukunya belum ada!”

Ikka             : “Astagfirullah Fanda! Daritadi kamu tidak setuju dengan usulku. Apa kamu punya rekomendasi novel yang lebih baik?”

Fanda         : “ aku juga tidak tahu. Aku hanya merasa kurang cocok. Sebaiknya kamu refrensi novel orizuka judulnya the truth about forever sama novel phoebe judulnya fprgotten eve. Itu novel lagi booming loh! Kamu mau pilih yang mana?”

Ikka             : “Tidak bisa. Aku juga melijat temanku sudah merefrensi novel tersebut. Ah aku menyerah saja!”

Fanda         :”lebih baik kamu refrensi novel Ilana Tan yang berjudul “Autumn In Paris” itu novel bagus banget dehbikin terharu. Percaya deh!”

Ikka             :”baiklah aku setuju, bagaimana aalur ceritanya.”

Fanda         :” Tara Duppont dan Tatsuya Fujisawa bertemu di Paris. Seiring berjalannya waktu mereka menjalin hubungan kekasih. Saat menegtahui alasan Tatsuya pergi ke Paris karena mencari Cinta pertama mendiang Ibunya dan menyerahkan surat yg ditulis Ibunya untuk pria tersebut yg bernama Monsieur Lamercier, yang ternyata ayah kandung Tara. Artinya Tara dan Tatsuya mempunya hubungan darah. Keduanya terpukul, Tatsuya memutuskan kembali ke Jepang. Tak lama setelah itu Tara mendapatkan kabar bahwa Tatsuya mengalami kecelakaan kerja. Dengan tangis , tara menyusulnya ke Jepang hanya untuk menyaksikan kehacuran hatinya sendiri; Tatsuya meninggal.

Ikka             : “mendengar ceritamu saja aku sudah terharu. Baiklah kita sepakat meresensi novel Autumn In Paris karya Ilana Tan. Ayo sekarang kita ke toko buku.

Fanda         : “oke. Lets go!”