Tuesday, 2 August 2016

Resensi Novel Cinta Akhir Pekan by Dadan Erlangga

Resensi Novel Cinta Akhir Pekan by Dadan Erlangga

“Menurutku, Akhir Pekan adalah simbol dari sesuatu yang sangat dinantikan oleh semua orang. Mungkin nggak semua, tapi sebagian besar. Setelah lelah bekerja lima atau enam hari, akhir pekan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh karyawan kantoran. Begitu bagi seorang siswa. Bagi seorang Ibu rumah tangga, akhir pekan menjadi saat  yang paling menyenangkan karena bisa dilalui bersama semua anggota keluarga seharian. Dalam makna yang lebih personal, aku memandang akhir pekan sebagai gambaran dari sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan setelah segala ujian dan kesedihan datang dalam hidup seseorang.” hlm-329

        Singkat cerita, setelah menghabiskan ratusan akhir pekan yang telah berlalu, akhirnya saya bisa membeli buku ini dan membaca cerita yang udah dari jaman awal punya wattpad pengen baca. Sayangnya dulu pas mau baca udah ada author note kalau cerita ini udah dihapus buat persiapan naik cetak. Saya masih ingat kalau nggak salah covernya warna merah(sekitar tahun 2014 mungkin). Waktu itu saya mengalihkan dengan membaca cerita wattpad lain yang nggak kalah kece berjibun sampai sekarang. Tahun 2015, keinget lagi sama cerita ini waktu novelnya udah mejeng di pajangan toko buku Elex Media. Sayang seribu sayang, waktu itu lagi nggak punya duit jadi ya ketunda lagi deh. Waktu kak Dadan aktif lagi di wattpad dengan ceritanya berjudul Rendezvous seneng banget rasanya bisa mengobati rindu sama penulisnya(*eh sama tulisannya juga kok  wkwk) Ah ya, dan ada satu cerita lagi judulnya Petrichor namun belum dilanjut entah kenapa.

Cuhuuuy, nggak berasa pas abis ujian ditambah abis lebaran 2016 akhirnya bisa kebeli juga bukunya. Syukur deh bukunya masih sisa 3 eksemplar. Berasa special gitu di sisain buat saya padahal itu buku udah lama nampangnya loh!

Last, setelah membaca buku ini, akhirnya di awal bulan Agustus ini saya bisa menepati janji saya sendiri kepada kak Dadan untuk membuat resensi CINTA AKHIR PEKAN sekaligus apresiasi saya sama novel ini. Hope you like J

&&&
Judul                     :CINTA AKHIR PEKAN
Penulis                  :DADAN ERLANGGA
ISBN                      : 978-602-03-2298-8
Editor                    : Husfani Putri
Desain sampul       : Marchel A.W
Layout                   : Ayu Lestari
Penerbit                 : Gramedia

Sinopsis:
Arlin yakin ia telah diperkosa!
Setelah mengintevestigasi dan menginterogasi keempat teman prianya yang menginap dan berpesta di suatu akhir pelan, semua punya alibi yang meyakinkan bahwa bukan mereka pelakunya. Lalu, siapa?
Dunia dan masa depan Arlin runtuh dalam semalam. Ia bahkan sempat memutuskan akan mengakhiri hidupnya karena tak sanggup menanggung aib dan malu.
Ketika akhirnya salah seorang mengaku sebagai pelakunya dan bersedia bertangnggung jawab, Arlin tak serta-merta percaya. Arlin mengenal pria itu sejak di bangku SMP, dan dia terlalu baik untuk melakukan hal sebejat itu.
Ironisnya, Arlin harus menerima pernikahannya agar benih yang ia kandung tidak dicap sebagai anak haram. Arlin bertekad melampiaskan kemarahannya dan menjadikan pernikahannya mereka sebagain neraka bagi pria itu. Hingga sebuah rahasia tersibak, membuat Arlin percaya bahwa cinta yang tulus benar-benar ada.

          Untuk isi ceritanya mungkin sudah diceritakan sebagian besarnya di sinopsis, untuk memperjelas saja dan sedikit spoiler juga wkwk saya ceritakan ya? Cerita ini bermula dari Arlin yang baru saja diperkosa saat liburan di puncak bersama Dita,Chandra,Edwin,Bisma dan Ferdy. Saat itu Arlin kondisnya mabuk dan malam itu kondisinya sangat tidak memungkinkan Arlin mengingat bagaimana persisnya dan siapa yang memperkosanya. Jadi Arlin harus menginterogasi keempat teman prianya yang ikut menginap dan berpesta di suatu akhir pekan. Semuanya nggak ada yang ngaku dan punya alibi masing-masing untuk menegaskan bahwa mereka bukan pelakunya. Ya jelas dong mana ada maling mau ngaku? Penjara penuh dong?  Pas bagian keempat pria menceritakan apa-apa saja dari salah satu mereka lakukan pada malam itu. Awalnya saya curiga sama si Ferdy, niat apa coba pake ngasih minuman keras segala? Tapi Ferdy juga punya pembelaan sendiri hingga saya ikutan bingung dibuatnya macam Arlin. Berasa tebak-tebakan ala Conan.

        Sepulang dari liburannya, Arlin begitu depresi dan mengurung dirinya dari dunia luar sampai memutuskan akan bunuh diri begitu tahu dirinya hamil. Mamanya mencurigai sesuatu yang tidak beres dengan anaknya sampai apa yang yang disembunyikan Arlin terungkap.

        Mamanya tidak tinggal diam, dia berusaha keras mencari siapa yang membuat hidup anaknya berantakan. Suatu ketika akhinrya salah satu darri mereka—Chandra mengakui perbuatan bejatnya dan bersedia bertanggung jawab. Awalnya Arlin tidak ingin pertanggungjawaban dalam bentuk pernikahan dengan pria brengsek bernama Chandra yang sudah memperkosanya. Ironisnya, Arlin akhirnya harus menerima pernikahannya agr benih yang dikandung tidak dicap anak haram dan Mama Arlin tidak harus menanggung malu sekaligus kecewa dengan guunjingan tetangganya.

        Selama pernikahannya, Arlin melampiaskan kemarahnnya dan menjadikan pernikahan mereka sebagai neraka untuk Chandra. Meskipun begitu, Chandra membalas semua perilaku kasar Arlin dengan sikapnya dan perkataannya yang lembut serta perhatian tiada putus. Seperti menanyakan apakah Arlin sudah sarapan, meminum vitaminnya dan sebagainya.  Kalau jadi Arlin, saya juga bakal akan melakukan hal yang sama. sakit hati terlalu dipendam sampai berubah jadi dendam berkepanjangan. Sampai menginjak enam bulan kalau nggak salah, Chandra sempat kecelakaan. Awalnya saya kira Chandra bakalan mati karena karmanya sendiri. Arlin juga sempat menyesal udah jahat sama Chandra sampai bikin dia kecelakaan secara gak langsung. Sepintas dia berdoa semoga Chandra nggak mati. Tapi saya sempat sedih juga dan berharap endingnya nggak sad sih [labil banget]. Dan kak Dadan mengabulkannya dengan memberikan Chandra kesempatan kedua untuk hidup untuk Arlin. Ternyata kabar tentang kematian Chandra Cuma flasback mimpi Arlin di kala tidur. [jielaaah kena tipu wkwk]

        Setelah kepulangan Chandra, Arlin pelan-pelan nggak jutek lagi dan mulai perhatian sama Chandra, keiinget pas Arlin ditegur Mama mertuanya karena Arlin itu nggak pernah perhatian sama suaminya. Mangkanya Arlin coba memaafkan Chandra, dengan awal mau mencuci dan menyetrika pakaian Chandra. Reaksinya Chandra seneng bangeet doong, sampe ga rela kemeja kusut kan itu kemeja pertama yang dicuci sama istri tercinta...eeett daaah. Selain itu Arlin juga mulai berfikir positif tentang Mama Mertuanya yang cerewet itu. Sampai semuanya berjalan lancar hingga beberapa bulan, dan rahasia itu terungkap.

        Pasca insiden Bisma memeluk Arlin di acara launching studionya Ferdy, Bisma mengakui kalau dirinyalah yang telah memperkosa Arlin. Iya, bisma yang itu tunanggannya sahabatnya sendiri sekaligus orang yang dicintai Arlin diam-diam. Dengan segala penjelasan dan masuk akal tentunya Arlin sekarang percaya, mana mungkin Chandra yang sudah dikenalnya sejak SMP bisa berbuat sebejat itu. Sekaligus mau mengambil tanggung jawab Bisma pula! [Ini cowok baik banget deh. Ada copy-annya nggak Kak Dun? Minta satu dong wkwk]
        Ternyata oh ternyata benang merahnya udah saling tersambung dari Arlin menyukai Bisma—Bisma bertunangan dengan Dita—Dita dicintai Edwin – Edwin dibantu Ferdy untuk menghancurkan Bisma—Bisma memperkosa Arlin—Chandra bertanggung jawab pada Arlin. Runyem nggak  tuh? Wkwk

        Cerita nggak berakhir di situ, ketika kandungan Arlin keguguran saat insiden pengakuan Bisma dia bukit. Iya kembali depresi dan berfikir seharunya dia nggak bisa bersama lagi, karena Chandra nggak berhak bertanggung jawab atas yang bukan kesalahannya lagipula Diandra [nama anak mereka kelak diambil dari arlin DIAN dan canDRA] udah pergi ke surga.

        For your information, saya spoiler segitu aja dulu biar greget kalian beli bukunya langsung. Tenang aja, ceritanya happy ending kok. Wkwk
Di buku ini aku nemuin banyak banget quotes bagus banget, cocoklah buat motivasi atau caption buat instgram *eh?

Quotes favorit :
1.”Kamu harus memulainya dengan berani  mengungkapkannya. Agar aku tahu apa yang bisa aku bantu. Kekuatan itu berawal dari keberanian. Dan keberanian berarti kemauan melakukan hal-hal yang terasa sulit untuk dilakukan.” Hlm-26

2. “Di dunia ini terlalu banyak orang jahat yang lolos begitu saja karena kejahatannya. Kalau kamu diam saja, bajingan itu bakal merasa bahagia, sedangkan kamu terus tersiksa dan menderita.” –hlm 29

3.”Tolong jangan bikin Mama sedih dan kecewa, Kak.” –hlm 56

4.” Memang semua ini berawal dari kesalahan. Tapi, anak kita sama sekali bukan kesalahan. Dia adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita rawat sebaik-baiknya.” –Hlm 162

5. “Dan izinkan aku menjadi seseorang yang melukiskan senyum bahagia itu di wajahmu.” –hlm 163

6.”Ya, dunia ini memang sempit. Sangat sempit. Namun, selama kesempitannya itu menciptakan kebetulan-kebetulan pertemuan yang menyenangkan, aku takkan keberatan untuk tetap tinggal di dunia yang semakin sempit ini.” –hlm 202

7.”Kamu harus sering tersenyum saat sedang bersamaku. Supaya kamu sadar bahwa kamu itu cantik. Supaya kamu tahu bahwa senyumanmu sudah berhasil menyulap manusia pemalas sepertiku menjadi seseorang yang penuh semangat dan gairah hidup. Dan kecantikanmu berhasil mengubah seorang Chandra yang biasa-biasa saja menjadi SuperChandra yang mampu melakukan apa saja demi membahagiakan seseorang yang sangat dicintainya.” –hlm 239

8.”sekali kita berpikiran negatif terhadap seseorang, maka yang terjadi diantar kita dan orang itu selalu kesalahpahaman berpikiran negatif itu tentu saja berbeda dengan bersikap waspada. Jika bersikap waspada akan menghindarkan dari seuatu yang tidak kita harapkan, maka berpikiran negatif justru mendekatkan kita dengan hal buruk itu.” –hlm 244-245

9.”Bagaimana cara membuat orang lain tersenyum? Maka aku menjawab, ‘tersenyumlah terlebih dahulu kepadanya’.” –hlm 259

10. “Tidak ada nama yang jelek dan norak, Ar. Setiap orang tua pasti memberikan nama yang terbaik untuk anaknya.” –hlm 262

11. “Aku tidak hidup bersama dengan seseorang yang sudah menghincurkan hidup sahabat terbaikku.” –hlm 311

12. “Merelakan bukan berati melupakan, Arlin. Merelakan hanya upaya yang kita lakukan supaya kita bisa melanjutkan hidup, dan bersikap lebihh bijaksana dalam menjalani hari-hari setelah kepergiannya.” –hlm 317

13.”Siap atau tidak, takdir bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri dan tak pernah mengenal kata kompromi.” –hlm 317


14. “Perpisahan tetaplah perpisahan. Sebuah proses kehidupan yang paling berat dijali semua orang yang pernah terhubung oleh suatu ikatan.

15.”Apapun aktivitas yang elo jalani di akhir pekan, dimana pun elo berada, bareng siapapun elo menjalankannya, just enjoy the momment.” –hlm 329

16. “Karma buruk atau bukan, aku percaya bahwa setiap perbuatan pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal.” –hlm 334.

        Segi covernya sendiri, saya udah termehek-mehek banget. Keren banget padahal Cuma gambar kaki doang entah kenapa ya? Font tulisannya juga chick dan ga neko-neko. Sempat terbesit di pikiran saya pengen foto kaki pose cover CAP trus diupload di instgram hehehe, sayangggg banget kaki saya nggak seputih dan semulus di foto. Kira-kira itu kaki siapa ya? Ada yang tau?

        Segi bahasanya sendiri udah cesplong deh, kata-kata dalam narasi dan sederhana disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami nggak perlu majas aneh-aneh bae tapi maknanya dalam. So good.

        Ada satu lagi kelebihan buku ini. Di buku ini mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya, kita harus selalu terbuka dan jujur sama orang tua. Contoh nyata Arlin, dia bohong sama ibunya biar bisa liburan ke puncak. Dan lihat akibatnya? Dia mendapat hukumannya sendiri saat di puncak. Untung ya, ibunya Arlin itu orangnya legowo banget. Kalau bilang pemaaf sih nggak juga, saya melihat Ibu Arlin mungkin udah kerasa peristiwa yang dialami Arlin karma dari kelakuan kakaknya—Arlan yang pernah memperkosa wanita[yaiyalah masa pria] sebut saja namanya Sofie. Kita juga belajar dari sikap Chandra dengan sikap tulusnya tanpa kenal lelah mengusahakan yang terbaik untuk Arlin meskipun kerap kali dicaci maki oleh Arlin. Setelah itu, di buku ini kita diajarkan oleh tokoh Dita yang selalu ada buat sahabatnya Arlin sekaligus netral mau meNDUKUNG Arlin dan menjauhi tunangannya-Bisma.
Setelah membaca buku ini saya ketagihan baca buku genre amore yang lainnya, padahal saya nggak paham beda amore,harlequin dan young adult itu apa secara pas saya cari di google amore itu genre novel dewasa. Berkenankah kak Dadan mau menjelaskannya?

Oh iya, setiap kelebiahan juga punya kekurangan,Kurangnya buku ini Cuma satu wkwk cumaaa
.
.
.
.kurangg panjang endingnya kan aku udah gemes banget endingnya Cuma segitu wkwk[bercandaaaaaa], tapi mungkin itu yang bikin seru kali ya? Sekaligus mungkin itu udah ending yang paling terbaik dengan memulai cinta yang baru di akhir pekan. Setelah rentetan peristiwa kelam di akhir pekan yang telah berlalu.

4/5 vote untuk novel ini

Mohon maaf untuk semua kesalahan dalam postingan ini. Maklumin aja ya resensinya yang sederhana ini dan nggak se-pro sama kritikus di goodreads apalagi dengan bahasa saya yang amburadul sedikit nyeleneh ini hehehe. Semoga resensi saya kali ini bermanfaat untuk pembaca sekaligus untuk Kak Dadan Erlangga semoga berkesan di hati *cielaah. ^_^



Saturday, 2 July 2016

Resensi Novel Miss Lemot & Mr. Perfect



Akhirnya saya seneng banget buku ini bisa terbit. Soalnya saya udah ngikutin cerita ini semenjak ceritanya masih sederhana di fanspage KCCNR sebelum dirombak besar-besaran seperti di buku. Mengingat sepak terjang cerita ini buat dijadiin buku itu nggak mudah. Belum lagi cerita Miss Lemot dan Mr.Perfect berkali-kali udah diplagiat puluhan kali. Dengan adanya buku ini saya harap kegiatan plagiarsme cerita ini udah ga  ada lagi. Amiin.

Oh ya, sebelumnya saya mau berterima kasih udah dikasi novel ini sama kak Nanda, sebagai apresiasi saya dan sebaagai ungkapan terima kasih saya, hari ini saya mau buat refrensi atau review novel ini setelah membacanya. Semoga bermanfaat.


P.S : terima kasihhh lagi udah diikutseratakan di UCAPAN TERIMA KASIH novel ini [norak] wkwkwk.


#Judul Buku : Miss Lemot & Mr. Perfect
#Penulis : Ananda Nizzma
#Tata Bahasa : ZA Publisher 
#Tata Letak : ZA Publisher 
#Sampul : ZA Publisher

Tak perlu menunggu dewasa untuk bisa jatuh cinta. Tak perlu sebuah jabatan agar bisa mecintai.
Dan tak perlu otak jenius untuk bisa menghitung berapa cinta yang di dapat. Karena
cinta tak peduli usia, status dan kepintaran seseorang untuk bisa jatuh.



Rendra tidak menyangka maksud baik untuk menolong muridnya yang sedang patah hati, malah membawaperubahan drastis dalam hidupnya. Dia tidak tahu harus menyebutnya sebagai musibah atau anugerah. Yang jelas, sejak saat itu, dia harus merubah dari seorang siswa dan guru pengganti, menjadi seorang suami.Menikah dengan guru pengganti yang dibencinya di saat menjelang Ujian Nasional sama sekali tidak ada dalam rencana hidupnya. Hari-harinya yang selalu diawali dengan memilih kaus kaki atau komikmapa yang dibacanya, berubah drastis ketika menjadi seorang istri. dengan memilih kaus kaki atau komikmapa yang dibacanya, berubah drastis ketika menjadi seorang istri.

Kedua insan berbeda karakter sifat, dan sikap itu harus melewati manis dan pahitnya kehidupan berumah tangga dalam usia muda. Berbagai kisah lucu dan mengharukan menghinggapi kehidupan keduanya. Tidak lagi mementingkan keegoisan keduanya. Tidak  lagi mementingkan keegoisan semata, melainkan semuanya demi kepentingan bersama. Karena cinta tidak peduli usia, status, dan kepintaran seseorang. Cinta itu datangnya dari hati.

Oke! Spoilernya isi bukunya segitu aja... kalau mau lebih ya beli dong :;p
Di buku ini ternyata meniyimpan cerita menarik tanpa kita sadari. Percaya atau tidak semua tokoh di novel ini berawal dari huruf “R” [Rendra,Resya,Rangga,Raisa] jadi ada apa dengan R? Kata kak Nanda sih kebtulan aja, kak Nanda sendiri juga baru nyadar ternyata :P

Karakter novel ini unik banget, dari Resya yang lemotnya masyaallah [kalau ini ada di duta beneran deh orang macam Resya itu gampang banget dimanfaatin orang alias dibodoh-bodohin saking lemotnya] untungnya si Resya itu punya kakak yang baik banget macam Rangga. Di balik sifatnya yang lemot ini. Dia itu cewek lugu dan baikk banget.

Oh ada lagi—karakter si Rendra yang sama baik juga namun dibalik sifat perfentnya juga menurutnya saya bikin geleng-geleng kepala. Masa harus mandi dan berkaca sampai berjam-jam buat mastiin penampilannya perfect? Ajegilee...
Kelebihan novel:

1. ceritanya ringan meskipun banyak konflik di dalamnya, kak Nanda ini menyampaikannya dengan bahasa yang easy going banget. Bukunya juga nggak terlalu terbel kok untuk bagian ceritanya, cocok buat dibaca pas lagi nunggu antrean sembako kalau bete saking panjangnya :P [keliatan tebel Cuma dari sisi kualitas kertas dan font tulisannya yang gede bikin keliatan bukunya tebel macam buku isi 300 halaman]

2. untuk covernya bagus banget. Kata temenku sampe bilang covernya itu bagus banget. Kalau boleh sok tahu sih, aku menfsirkan gambar cover kak Nanda itu cocok buat Resya yang suka pilih-pilih warna kaus kaki. Mangkanya dipilih gambar kaki. Atau kak Nanda ada alasan lain?

3. kualitas bukunya ga usah ditanyain lagi. ZA PUBLISHER aku rekomdasiin buat kamu penulis indie yang meu menerbitkan buku kamu. Dari kualitas kertas yang tebel banget sampai pangsa pemasaran yang gausah diraguiin lagi. Harga dan kualitas seimbang kok!

Kelemahan Novel:

1. Urusan EYD sebenarnya saya nggak terlalu pandai kok. Di sini saya Cuma menyampaikan beberapa kesalahan ketik yang terlalu mencolok.
#di bagian blurb belakan buku ada kesalahan ketik “dari seorang mahasiswa dan guru pengganti, menjadi seorang suami.” Ini kan cerita anak SMA sebenernya lebih cocok pelajar/siswi/siwa dibanding mahasiswa yang lebih merujuk untuk sebuatan anak kuliahan.

#di bagian identitas buku—halaman 2. Ini kan ceritanya Miss Lemot & Mr. Perfect. Kenapa judul bukunya Trapped in Wedding? Kak Nanda nggak bisa move on ya? Wkwkw

2.  saya mohon maaf sebelumnya, jujur saya lebih suka cerita ini versi lama dibanding versi buku. Part-nya meskipun banyak tapi runtut. Kalau versi buku, beberapa part digabung jadi satu bab. Akibatnya, satu bab selain panjang juga bikin cerita ini kaya lari-lari. Dari konflik A,trus selesai langsung konflik B, seolah-olah saya mau lari maraton bacanya. Aku inget banget pas Resya mau diperkosa preman itu dia mau ditolong seseorang. Dulu aku penasaran banget sampe tegang siapa yang nolong. Kalau dibuku bagian itu seperti angin lewat yang ternyata langsung diungkapin ada Pak Karno dan langsung ke bagian Rendra yang marah sama Dio.


3. terakhir, di buku saya dikit banget nemuin quotes yang bagus. Bukan apa-apa aku ngefans banget sama quotes-quotes Kak Nanda sebenernya. Sayangnya aku ga bisa nemuin itu buat diajadiin quotes favorit di refrensi kali ini. Nggak kaya House Of Dream. Saya maklum mengingat cerita ini lebih merujuk pada genre comedy.


4. genrenya sendiri di sini campur-campu kaya gado-gado. Mau dibilang teenlint juga bagian tengahnya ada romance, ada komedi juga, ada chiklit juga biar dikit. Ada ehem... juga biar dikit. Jadi kalian bisa menyipulkan sendiri.


Semoga refrensi saya hari ini berguna bagi semuanya, mohon maaf bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan. Aku harap semua buku kak Nanda bisa naik cetak [moga-moga bisa nyempil satu buat dibaca. Kasih gratisan lagi dong kakkkk nanti kalau udah terbit *pup eyes*]

Selamat menunaikan Ibadah puasaa ya :)

Saturday, 28 May 2016

Resensi Novel Tsani & Athaya


“Terima kasih sudah mencintai hatiku yang gelap dan kejam. Membantuku kembali bangkit dari jurang yang mematikan dan membawaku pada dunia yang terang dan hangat.” Hal 94



Judul          : Tsani & Athaya
Oleh           : Susan Arisanti
Editor         : Tien Warotul
Desain Cover: Nurul Pratiwi
Penata Letak: Izzah Ezzizah
ISBN           :978-602-1168-50-9
Penerbit      : Griya Pustaka
Cetakan      : Pertama  April 2015

Sinopsis
Tsani ingin hidup bersama pria yang menikahinya karena Allah. Ia ingin menjalani kehidupan sesuai apa yang ia yakini. Namun, ketika Athaya datang padanya dengan sebuah alasan, ia tak mampu menolak. Meski ia tahu bahwa Athaya sama sekali bukan suami ideal baginya.
Banyak hal mendasar yang mengakibatkan mereka berbeda, terlebih Athaya seorang atheis yang berkebalikan dengan Tsani. Juga dosa-dosa masa lalu yang mengancam hubungan mereka.
Akan tetapi, bukankah seburuk apapun masa lalu seseorang, masa depannya masih suci?


Jujur, saya udah suka banget sama semua karya mbak susan ini, selain mengangkat sisi agama, kadang dia juga mengangkat sisi ilmiah—kalau nggak gitu diselipin filososfi ilmiah+agama yang kalau ga salah bisa dibilang ilmu tasawuf juga. Apalagi waktu ada adegan ala-ala intel sama actionnya beuuhhh. Keren deh untuk ukuran penulis cewek. Mbak susan ini fleksibel banget lah. Perpaduan yang pas! Awalnya saya belum tahu sama novel ini. Malah saya baca yang seri ke dua di wattpad. “Ranjang Yang Ternoda” tahun 2014 bacanya. Dan baru sempat kebeli novel ini tahun ini. Itu juga asal mulanya ada temen fb nitip beli novel ini ke aku, sayangnya pas novelnya dateng eh dia nggak muncul, tapi aku nggak kecewa-kecewa banget, lumayan lah buat koleksi pribadi. Buat yang belum baca, saya harap refrensi ini semoga membantu buat kalian yang cari novel islami dengan sentuhan antimainstream. “kedip-kedip manja ke kak Susan udah promosiin juga wkwkwk”

Kisah berawal dari Athaya Nurpati. Keluarga konglomerat Indonesia yang memiliki kekayaan dimana-mana. Sedang mengincar sertifikat aset pesantren ayahnya Tsani. Awalnya mereka Cuma berkompromi biasa yang cukup alot dan berakhir dengan kesepakatan Tsani menikah sirih dengan Athaya demi menyelamatkan pesantren sang ayah.

Saat malam pertama Tsani meminta sang suami untuk melakukan shalat malam pengantin sebelum melakukan hubungan suami istri. Athaya menolak karena dia tidak mau mempercayao keberadaannya Tuhan dan menjadi Atheis akibat luka di masa lalunya.

Tsani berusaha sekuat tenaga untuk membantu suaminya untuk kembali ke jalan yang benar meskipun niatan baik tidak selamanya berjalan mulus—semulus paha ayam wkwk.

Dan saat Athaya sudah mulai membuka hatinya utuk belajar menerima Tuhannya, sekaligus Tsani sebagai istri yang mulai dicintainya. Tiba-tiba sang Ayah Athaya tidak merestui hubungan mereka. Lalu mengancam Tsani agar bersiap-siap untuk meninggalkan Athaya sebelum Athaya membuangnya layaknya sampah.

Bukan karena perbedaan status dan derajat Tsani-Athaya yang menjadi penghalang seperti dugaan Tsani, jauh lebih dari itu. Rasyid tidak ingin anaknya—Athaya menyakiti Tsani yang sebenarnya perempuan itu terlalu baik untuk anaknya yang bejat.

Konflik bermunculan kembali saat sebuah fakta akan pesantren Abah Tsani memang merupakan tanah hibah dari Rasyid, keteledorannya akan sertifikat tanah hibah tersebut yang masih tersimpan di perusahaan, belum lagi dia jarang mengawasi anaknya setelah kematian istrinya. Membuat semua kekacauan semakin runyam mengakibatkan pada hubungan Tsani-Athaya.

Namun, Athaya tidak tinggal diam. Dia berjuang untuk mendapatkan restu sang ayah dan ayah mertuanya untuk rujuk kembali. Akhirnya, mereka mau mempertimbangkan untuk menyetujui rujuknya Athaya dan Tsani kembali mengingat Tsani sekarang sedang mengandung. Tapi dengan syarat, Athaya harus menghafal kitab Alfiah sebelum bayinya lahir kalau tidak—impian itu hanya angan-angan semata.
Last, cerita ini berakhir dengan happy ending. Sebab, syarat yang diajukan bisa dilalui Athaya dengan baik, karena dulu Athaya sempat menimba ilmu di pondok pesantren juga.

Berikut ada beberapa quotes yang aku suka nih, tenang aja masih ada banyak kok di bukunya.
1. “Kenapa Allah menciptakan sela diantara jemari, agar suatu saat ada yang menggenggamnya dan menguatkannya atas nama cinta.” Hal 41

2. “Bukankah itu manfaat persahabatan? Tatkala dunia mengucilkanmu,membencimu dan memusuhimu, sahabat selalu berdiri di sisimu. Menguatkan hatimu yang rapuh dan mengingatkanmu—ada Tuhan yang selalu mengenggam hidup dan membolak-balikkan hatimu.

3. “Melepaskan orang yang kita cintai jauh lebih susah dibanding menerma cinta yang baru. Jadi ...,”

4. “Ia sudah mengalami jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, patah hati sepatah-patahnya, dan sekarang, gilirannya untuk bangkit, mendewasa dengan berbagai luka.” Hal 77

5. “Kau dengar jantungmu? Bisa merasai detaknya? Seperti itulah Tuhan. Kita mungkin tidak bisa melihatNya, akan tetapi kita bisa merasai kehadiranNya.” Hal 79

6.”Pernikahan bukan hanya tentang dua hati yang mencintai, dua orang yang saling membutuhkan. Lebih dari itu pernikahan adalah tentang dua keluarga—yang harus melebur dan berhimpun di dalamnya.” Hal 84

7.”Tak ada terima kasih dalam cinta kita. Cukup kau menggunakan seluruh sisa hidupmu untuk mencintaiku, maka itu cukup untuk membalasku.” Hal 94

8.”Menikah selain menyempurnakan separuh agama juga menjaga dari kejahatan syahwatku.” Hal 117

9. “Yah, seseorang memang tak bisa memilih siapa orang tua mereka, namun kita memiliki hak untuk memilih mau hidup seperti apa.” Hal 117

10. “Analoginya sederhana, sekuntum mawar yang cantik pun bisa tumbuh di dasar jurang sehingga seburuk apapun tempat kita berada, semua tergantung pada sekuat apa kita memegang prinsip. Prinsip bukan hanya tentang apa yang baik, sebab ukuran baik selalu relatif di mata setiap orang. Rasanya, tak ada ukuran baik-buruk secara jelas. Namun, jika berbicara tentang kebenaran, muaranya hanya satu-kaidah keyakinan yang kita miliki: agama.” Hal 122

11. “Kalau hidup bisa dipandang seder hana, mengapa harus diperumit.” Hal 123

12.”Aku memang jauh dari kata sempurna, namun aku bersedia berubah untukmu karena Allah.” Hal 148
13.”Hidup bukan tentang seberapa besar kesalahan di masa lalu tapi bagaiman memperbaiki diri dimasa sekarang untuk masa depan.” Hal 150

14.”Temui Tuhanmu, ia menunggumu datang dan mengadukan beban, biar Dia yang menyentuh  jiwamu dengan kasih sayangNya.” Hal 151

15.”Siapa yang memaafkan kejahatan orang, dan berbuat baik padanya maka pahalanya dijamin oleh Allah atas tanggungan Allah dan diberi balasan yang sebaik-baiknnya. Tidak sukakakh engkau Allah menanggng pahalamu, Tsani?” hal 151.

16.”Memaafkan adalah bentuk tertinggi dari pengertian dan bentuk terkuat dari kasih sayang.” Hal 152

17.”Di dunia ini tak ada yang mudah, tetapi tak ada yang tak mungkin.” Hal 152

18.”Abbah, aku mencintainya, tapi ... dengan seluruh masalahku yang buruk, bersamaku hanya akan membuatnya sakit. Aku tak mau melihatnya bersedih. Aku hanya ingin membahagiakannya. Hanya itu yang kuiinginkan Abbah.” Hal 154

19. “Kenapa Islam disebut agama rahmatul lil alamin—rahmat bagi seluruh alam—karena dalam agama yang ia yakini ini, ia merasakan banyak kasih sayang. Sekali pun dengan masa lalu yang kelam, masa depannya berisi orang-orang yang menyanyanginya dan memberi kekuatan untuk bertahan.” Ha; 154

20. “Bahagia itu sederhana, menyebar cinta kasih di muka bumi, bersaudara karena Allah dan siapa pun kita berhak untuk itu.” Hal 165.

Kelebihan buku ini, seperti yang saya katakan di awal. Buku ini merupakan perpaduan religi dan ilmu ilmiah yang menarik. Ditambah ceritanya tentang pernikahan lagi ngetrend yang sebenarnya awalnya mainstream, bisa dikemas dengan baik oleh mbak Susan. Satu lagi, saya suka banget dengan judul tiap su-bab nya yang menarik juga. Misal, bab 2 yang berjudul “Pelacur Halal.” Kalau belum baca pasti bingung kok ada pelacur yang halal? Tapi kalau udah baca ya ... pasti mesem2 sendiri. Ada juga tuh judul “Merindu Angin.”

Kelemahan buku ini itu, maaf aku kurang sreg sama kualitas bukunya, bukunya itu kertasnya ampir lepas sama covernya. Istilah jawanya sih mbordolan bukunya. Dan satu lagi, covernya yang visualisasi Athaya kartunnya aku ngerasa nggak ngeggambarin  Athaya banget sih terlalu cowok untuk ukuran pria dewasa macam Athaya. Buat yang nggak tahu pasti dikira ini novel teenlint, padahal kan nggak. aku sih lebih suka cover versi wattpad pertama dulu.

Untuk kalian para pembaca, sequel masih berlanjut nih menceritakan anaknya Ataya-Tsani. Bisa tuh, di cek di wattpad.

By the way mbak Susan, aku membuat ini sebagai apresiasiku akan penggemar tulisanku. Semoga suka dan saya mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.

Semoga bermanfaat ^_^